Jumat, 16 Oktober 2009 21:51 WIB News Share :

Clara siap beri bukti-bukti ke Tim Menpora

Magelang–Pengakuan Clara Sumarwati bahwa dirinya pernah mencapai puncak Everest diragukan banyak orang. Clara pun siap melakukan pembuktian, termasuk kepada tim yang dibentuk oleh Menpora Adhyaksa Dauld.

Hal itu disampaikan Clara saat ditemui detikcom sebelum meninggalkan RSJ Dr Soerojo, Jl. Ahmad Yani, Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (16/10).

“Ayo kita naik bareng-bareng ke sana. Saya akan tunjukan mana jalur ke puncak Everest,” tegas Clara mantap.

Clara memaklumi jika beberapa kalangan meragukan prestasi yang diraihnya itu. Termasuk rekannya, M Gunawan yang biasa disapa Ogun.

“Sudah biasa kayak gitu. Akan saya tunjukkan kalau ternyata untuk mencapai puncak Everest butuh persiapan dan pengenalan medan yang begitu lama,” ujar Clara.

Clara juga siap membuka diri jika tim Menpora akan meneliti benar atau tidak dirinya berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1996 lalu. “Saya akan menerima dengan senang hati dan terbuka,” tutur Clara.

Keluarga yakin Clara benar

Keyakinan Clara akan kebenaran prestasinya mendapat dukungan keluarga. Sutanto, kakak Clara, menyatakan apa yang dikatakan adiknya adalah sebuah kenyataan.

Menurut Sutanto, dirinya pada tahun 1996 saat itu sempat menyusul adiknya ke Nepal. Saat itu Sutanto memberikan dana susulan yang baru dua minggu turun dari panitia Peringatan 51 Tahun Republik Indonesia (RI) Merdeka.

“Soal naik puncak itu betul. Sebab saat kepulangan saya yang jemput langsung di Nepal. Saat itu saya menjemput untuk menyusulkan cash atau dana sisa dari total Rp 45 juta dari dana keseluruhan yang diterimakan ke saya untuk adik saya dari Panitia Peringatan 51 Tahun Kemerdekaan RI,” kata Tanto.

Tanto menyesali sikap pemerintah, dalam hal ini Menpora, yang meragukan prestasi Clara. Namun demikian, dia tidak ingin mempersoalkan hal itu lebih jauh lagi.

“Yang terpenting saat ini bagi keluarga adalah bagaimana ke depan Clara kembali sehat, beraktifitas serta bersosialisasi seperti semula,” tukas Tanto.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…