Kamis, 15 Oktober 2009 13:50 WIB News Share :

Taufiq
Mega tak bisa larang kader jadi menteri

Jakarta–Sikap politik PDI Perjuangan menjelang pengumuman struktur kabinet pemerintahan masih penuh tanda tanya. Elit partai ini makin tidak kompak dalam memutuskan apakah bergabung dengan pemerintah atau tetap menjadi oposisi.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, kembali menyatakan akan mengizinkan kadernya jika diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masuk kabinet.

“Kalau kader kami diminta, Mega juga tidak bisa melarang. Apalagi ini demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Taufiq di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).

Taufik menekankan bahwa dia tentu tidak berani menyatakan hal itu apabila Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tidak berkata hal yang sama sebelumnya.

Sebelumnya Megawati sempat dikabarkan tetap keberatan apabila PDI Perjuangan masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. Namun sikap resmi partai sendiri masih digodok dalam rapat internal partai dan akan diumumkan empat atau lima hari lagi.

Masalah itu mengemuka setelah beredar kabar tokoh-tokoh senior PDI Perjuangan seperti Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Pramono Anung, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, diincar untuk dimasukkan dalam kabinet.

“PDIP tidak pernah meminta (kursi kabinet). Tapi kalau ada yang meminta, akan kami berikan,” kata Taufiq.

Taufiq menambahkan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sudah melakukan komunikasi politik dari lapis paling bawah hingga jajaran elitnya, sehingga apapun hasil akhirnya adalah keputusan bersama.

“Tidak akan ada yang tidak cocok,” kata Taufiq.

Ketua MPR itu hanya mengatakan sejak dulu meski partainya bersikap kritis, PDI Perjuangan tidak pernah berseberangan dengan Partai Demokrat.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga Ketua DPR, Marzuki Alie, menyatakan kerjasama antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sudah kondusif, apapun sikap politik yang akan diambil PDI Perjuangan.

Marzuki menjelaskan kedua fraksi itu di parlemen juga mudah bekerja sama untuk mencapai solusi.

“Jadi, sekalipun PDIP beroposisi, hubungan antara PDIP dan Demokrat sangat baik,” kata Marzuki.

PDI Perjuangan sendiri berkomitmen untuk tetap kritis terhadap pemerintah.

vivanews/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

AGENDA PRESIDEN
Datangi Undip, Jokowi Gagas Jurusan Ekonomi Digital

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini memberikan pidato di perayaan Dies Natalis ke-60 Undip. Solopos.com, SEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Universitas Diponegoro (Undip) melakukan inovasi pendidikan guna memenuhi kebutuhan menghadapi perubahan zaman di era digital seperti saat…