Kamis, 15 Oktober 2009 15:43 WIB News Share :

SBY tak tawari kursi kabinet ke Gerindra

Jakarta--Sebagai Parpol yang meraih suara terbesar ke-8, ternyata Gerindra tidak mendapat tawaran kursi kabinet dari Presiden SBY. Gerindra pun bertekad untuk bersikap kritis terhadap pemerintah.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sejauh ini tidak ada tawaran kursi kabinet dari SBY. “Tidak ada, tidak ada,” kata Prabowo seusai menghadiri pernikahan Yenny Wahid-Dhohir Farisi di kediaman Gus Dur, Jl Warung Sila 20, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Dalam kesempatan itu Prabowo sempat berjabat tangan dengan SBY. Sementara itu, menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, partainya tidak mengajukan permintaan kursi kabinet kepada SBY. Gerindra menyerahkan sepenuhnya urusan kabinet kepada presiden terpilih tersebut.

Ada 2 alasan mengapa Gerindra tidak mau mengajukan permintaan ke SBY. Pertama, pada Pilpres 2009 lalu Gerindra mendukung Megawati sebagai capres. Kedua, Gerindra berkomitmen untuk memperkuat sistem presidensial di mana posisi presiden lebih kuat.

Muzani menegaskan Gerindra akan bersikap kritis terhadap pemerintah. Meski begitu, Muzani mengaku Gerindra tidak akan menjadi oposisi.

“Kita di luar pemerintahan. Yang pasti kita tidak berada dalam pemerintahan. Dan kita akan kritis. Di UU kita tidak ada istilah oposisi,” terang Muzani.

Bagaimana kalau mendapat tawaran dari Cikeas? “Kalau ditawari kita akan bicarakan dulu dengan Ketua Dewan Pembina,” jawab Muzani.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…