Kamis, 15 Oktober 2009 17:52 WIB Boyolali Share :

Rencana investasi terganjal penolakan warga

Boyolali (Espos)–Pemerintah Kabupaten Boyolali mulai melakukan penjajakan dengan warga di Desa Sidomulyo desa di Kecamatan Ampel menyangkut rencana investasi yang dilakukan PT Kyung Seung Trading Indonesia di wilayah tersebut. Dari hasil koordinasi sementara, masih ditemukan adanya sejumlah warga yang menolak rencana investasi bernilai miliaran rupiah itu di wilayah mereka.

Kabag Humas Infromatikan dan Protokol Setda Kabupaten Boyolali, Rita Puspitasari, mengungkapkan pihaknya Selasa lalu pihaknya menggelar rapat pembahasan rencana investasi itu dengan mengundang seluruh pihak terkait termasuk perwakilan masyarakat dari dua desa yang tanahnya terkena proyek. Sebagian kecil warga menolak lahan mereka, yang berupa lahan pertanian, digunakan untuk lokasi pabrik.

“Mereka (warga) khawatir lahan pertanian mereka habis. Padahal lahan tersebut merupakan harta yang akan diwariskan kepada anak cucu mereka. Mereka juga khawatir akan terjadi krisis moneter kembali sehingga akan terjadi PHK besar-besaran,” ungkap Rita kepada Espos, Kamis (15/10).

Pemkab, menurutnya, tidak akan memaksakan warga untuk setuju dengan rencana investasi tersebut. Jika dalam perjalanannya masih ada warga yang tidak setuju lahannya digunakan untuk pabrik maka bisa saja lokasi pabrik akan dipindahkan ke luar Ampel.

Namun Pemkab, sambung Rita, tetap berupaya agar warga mau menerima rencana investasi tersebut karena dianggap akan memberikan dampak yang positif, utamanya mengentaskan angka pengangguran.

Sebagaimana diketahui, pada sejumlah pegusaha tekstil dan produk tekstil asal Korea Selatan mulai melirik wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Boyolali, sebagai tempat untuk berinvestasi. Hanya saja, para pengusaha Korea tersebut menuntut dukungan infrastruktur yang lebih dari yang ada saat ini.

Pada akhir Agustus lalu, Direktur Utama PT Kyung Seung Trading Indonesia, Bae Eung Sik beserta jajaran stafnya menemui Bupati Boyolali, Sri Moeljanto untuk memaparkan rencana investasi mereka.

Dalam kesempatan itu Bae mengatakan hampir seluruh pengusahan tekstil dan produk tekstil (TPT) asal Korea Selatan yang mendirikan pabrik di beberapa negara seperti Taiwan, dan Hongkong berencana merelokasi pabrik mereka. Salah satu tujuan utama relokasi mereka adalah Jateng, khususnya Kabupaten Boyolali.

kha

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…