Kamis, 15 Oktober 2009 18:10 WIB Solo Share :

Pilar lapuk termakan usia, serambi Masjid Agung Solo terancam runtuh

Solo (Espos)–Bangunan serambi Masjid Agung Surakarta terancam runtuh, lantaran sebanyak 40 pilar penyangga (saka rawa) bangunan tersebut mengalami pelapukan dan bahkan ada yang sudah anjlok sampai beberapa sentimeter.

Sebagai antisipasi sementara Pegurus Masjid Agung Surakarta memasang tiang tambahan dari besi pada delapan pilar penyangga di serambi masjid tersebut pada Rabu (14/10) lalu.

Kerusakan bangunan serambi masjid tersebut juga terjadi pada atap serambi yang terbuat dari sirap. Saat hujan turun, tampak kebocoran atap terjadi di banyak titik, sehingga pengurus masjid terpaksa harus menambal atap yang bocor itu dengan seng, meskipun hanya di beberapa bagian. Kerusakan bangunan serambi masjid itu sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah.

Sebagai tindak lanjut atas laporan kerusakan tersebut, BP3 Jateng mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta Nomor 1306/102.UM/BP3/P-VIII/2009 tertanggal 26 Agustus 2009. Selain itu sebanyak dua orang petugas BP3 Jateng juga melakukan survei ke lokasi masjid, Kamis (15/10), bersamaan dengan inpeksi mendadak (Sidak) dari sebanyak tujuh orang anggota DPRD Kota Solo.

Juru Pemeliharaan Masjid Agung Surakarta, Mustaqim saat ditemui wartawan di sela-sela peninjauan BP3 dan DPRD Solo, mengungkapkan, kondisi sebanyak 40 pilar (saka rawa) bangunan serambi masjid ini sudah terindikasi rusak, karena mengalami pelapukan, bahkan ada yang sudah turun ke bawah sampai beberapa centimeter. Menurut dia, kondisi ini sebenarnya sudah lama dan dari rencana awal akan direhabilitasi bersamaan dengan bangunan utama masjid.

Namun rencana awal pembangunan Masjid Agung secara keseluruhan dengan anggaran senilai Rp 27 miliar itu pun berhenti sampai di bangunan utama.

“Bangunan serambi masjid ini sejak tahun 1985 sampai sekarang belum pernah dibangun kembali. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan saja, sehingga tidak hanya pilar penyangga yang rusak, melainkan usuk dan atap sirap juga banyak yang rusak dan bocor. Dari pihak pengurus Masjid sudah memasang tiang penyangga tambahan dari besi sebanyak delapan buah untuk sementara,” tegasnya.

Pengurus Masjid Agung Surakarta, Slamet Aby menambahkan, pemasangan tiang penyangga tambahan itu baru dipasang Rabu lalu, karena sudah sangat mengkhawatirkan.

trh

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…