Kamis, 15 Oktober 2009 20:57 WIB News Share :

Ketua DPRD dan 4 struktural Alkap ke Jakarta tanpa koordinasi

 

Salatiga (Espos) –Kalangan DPRD Kota Salatiga menyesalkan sikap Ketua dan empat struktural alat kelangkapan (Alkap) Dewan setempat yang mengikuti sebuah pelatihan di Jakarta tanpa terlebih dulu berkoordinasi dengan jajaran Legislatif lain.

Mereka yang diketahui tergabung dalam rombongan adalah Ketua DPRD Milhous Teddy Sulistio, Ketua Komisi I Kemat SSos, Sekretaris Komisi II Supriyono, anggota Badan Kehormatan (BK) sekaligus Ketua Fraksi PDIP Suniprat, dan Toto Suprapto. Kelima anggota Dewan itu berangkat, Rabu (14/10) pagi, dan dijadwalkan berada di Jakarta selama tiga hari sampai Jumat (16/10).

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, keberangkatan lima wakil rakyat itu guna mengikuti kegiatan pelatihan serta workshop yang digelar Lembaga Pelatihan Legislatif Daerah (LPLD). Kepesertaan itu sendiri memanfaatkan dana Sekretariat DPRD setempat, dengan pendaftaran masing-masing anggota senilai Rp 4,25 juta, sehingga totalnya Rp 21,25 juta.

Wakil Ketua DPRD, Iwan Setyo Purbowo, dalam penjelasannya kepada wartawan mengatakan sama sekali tidak mengetahui keberangkatan empat anggota Dewan dari PDIP dan satu lainnya dari PKPI itu ke Jakarta. Dia juga mengaku tidak pernah diajak berbicara mengenai agenda tersebut oleh Ketua DPRD M Tedy Sulistio maupun anggota lain yang turut serta dalam rombongan.

“Semua anggota mempertanyakan hal itu. Saya sendiri tidak bisa menyalahkan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan apa-apa kepada kami. Yang dikhawatirkan adalah hal itu akan mempengaruhi kekompakan antaranggota Dewan ke depan, terlebih saat ini adalah awal-awal periode jabatan Legislatif,” ungkap Iwan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/10) siang.

Wakil Ketua DPRD yang lain, M Fathurrahman, menyatakan hal serupa. Dia bahkan mengaku kaget ketika didatangi belasan anggota Dewan lain yang mempertanyakan keberangkatan Ketua DPRD dan empat kolega mereka sesama wakil rakyat di Kota Salatiga ke Jakarta. “Semestinya dikomunikasikan dan dikoordinasikan dulu agar tidak timbul salah paham, tetapi ini tidak ada.”

Tak jauh berbeda, Ketua Komisi III Agung Setyono SH, mengungkapkan keberangkatan lima anggota Dewan Kota Salatiga untuk mengikutii pelatihan tidak sesuai prosedur. Karena itu setelah mencuatnya pesoalan tersebut, mereka yang berangkat ke Jakarta harus memberikan klarifikasi dan penjelasan sepulang dari kegaitan. “Klarifikasi itu penting dan telah disepakati anggota Dewan yang lain agar tidak menimbulkan prasangka kurang baik di anatara sesama anggota,” tukasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Salatiga, Milhous Teddy Sulistio, tidak dapat dikonfirmasi tekait keberangkatannya ke Jakarta bersama empat anggota Dewan lain setempat. Nomor telepon genggam milik bersangkutan yang dihubungi  dalam kesempatan serupa, tidak aktif.

try

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…