Kamis, 15 Oktober 2009 18:04 WIB Karanganyar Share :

Isu pemerasan terhadap sekolah penerima DAK mulai merebak

Karanganyar (Espos)–Isu pemerasan terhadap sekolah pascarealisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009 ini mulai merebak di Kabupaten Karanganyar.

Pemerasan ini, disampaikan oleh sejumlah kalangan yang prihatin dengan kondisi tersebut, banyak dilakukan sejumlah oknum masyarakat yang kebanyakan mengaku mengatasnamakan dari wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bahkan mengaku sebagai Tim Pemantau DAK.

“Isu terkait pemerasan kepada sekolah terkait pengelolaan dan pelaksanaan DAK 2009 ini sudah mulai santer,” tutur Sekretaris Dewan Pendidikan Karanganyar, Sarilan M Ali.

Dewan Pendidikan pun meminta kepada sekolah, jika sekolah merasa dirugikan dengan ulah oknum tersebut, maka jangan segan-segan melaporkan ulah oknum tersebut ke kepolisian.

“Laporkan saja ke polisi! Tidak perlu takut apalagi ragu!” Termasuk, kepala sekolah untuk tidak perlu takut menghadapi ulah oknum tersebut.

Dikemukakan Sarilan, banyak kepala sekolah yang mulai resah, karena banyak didatangi oknum-oknum yang berusaha mencari-cari kesalahan atas pelaksanaan DAK  2009.

“Ujung-ujungnya, oknum tersebut meminta bagian dari dana alokasi tersebut, dengan alasan sebagai timbal balik atas pengawasan yang sudah dilakukan.”  Padahal, lanjut Sarilan, pemerintah sudah membentuk tim monitoring dan pengawasan yang dilakukan secara independen dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Dan dari pengawasan tim tersebut sudah bisa dijamin transparansi dari pelaksanaan DAK 2009. “Asal dilakukan sesuai prosedur. Nah, ini yang juga perlu kami tekankan kepada sekolah agar memahami betul Juklak dan Juknis pelaksanaan DAK 2009. Kalau didatangi oknum yang juga mengaku pengawas atau tim monitoring juga kami minta untuk jangan percaya,” tambah Sarilan saat ditemui wartawan di kantor Dewan Pendidikan Karanganyar, Kamis (15/10).

Sarilan pun menambahkan, terkait pelaksanaan DAK 2009 ini, Dewan Pendidikan Karanganyar juga membentuk tim pengawasan dan monitoring yang dilakukan hingga pelaksanaan DAK 2009 selesai.

haw

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…