Rabu, 14 Oktober 2009 18:15 WIB News Share :

Pangdam instruksikan Danramil dan Dandim salat Jumat di Ponpes

Semarang (Espos)–Kodam IV/Diponegoro melakukan penambahan personil TNI sebagai Badan Pembina Desa (Babinsa) menjadi lima orang pada setiap desa, dalam upaya mencegah potensi terjadinya ancaman terhadap negara seperti teroris.

“Personel Babinsa yang semula hanya satu anggota TNI per desa, sekarang ditambah menjadi dua sampai lima orang anggota,” kata Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Haryadi Soetanto kepada wartawan di sela Silahturahmi Dengan Tokoh Tokoh Agama, Masyarakat, Keluarga Besar TNI dan Insan Pers di aula Makodam IV/Diponegoro Watugong, Kota Semarang, Rabu (14/10).

Penambahan personil Babinsa TNI tersebut, lanjut Pangdam merupakan bagian dari reformasi Babinsa yang dulunya bernama Bintara Pembian Desa, supaya kinerjanya lebih efektif dalam upaya mencegah potensi adanya ancaman terhadap negara.

Karena bila masih menggunakan pola lama yakni satu anggota Babinsa mengawasi seluruh desa yang cukup luas sudah tak memadai.

Pasalnya Babinsa merupakan mata dan telingan TNI di masyarakat, diharapkan dapat melakukan pengamatan sehingga dapat mengetahui adanya potensi ancaman yang ada.

“Dengan demikian dapat melakukan upaya prepentif, supaya potensi tetap hanya sekadar potensi,  tak sampai menjadi tindakan yang mengancam negara,” ujar Haryadi.

Selain menambah personil Babinsa, Pangdam juga menginstruksikan kepada personil Babinsa, Komandan Rayon Militer (Danramil) Komandan Distrik Militer (Dandim) di jajaran Kodam IV/Diponegoro melakukan salat Jumat di mesjid lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) masing-masing.

“Tujuannya bukan untuk mengawasi kegiatan Ponpes, tapi guna menjalin silahturahmi dan komunikasi dengan kalangan Ponpes,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Pangdam menerima masukan, kritik dan saran dari berbagai kalangan yang hadir, terkait dengan kinerja TNI serta Kodam IV/Dipoengoro.

oto

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…