Rabu, 14 Oktober 2009 18:37 WIB Ekonomi Share :

Deptan
2010, produksi beras ditarget 66,8 juta ton

Solo (Espos)–Departemen Pertanian mentargetkan produksi beras di Indonesia pada tahun 2010 bisa tercapai sebesar 66,8 juta ton gabah kering giling (gkg). Target tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi beras pada tahun 2009 yang hanya sebesar 65 juta ton gkg.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Pemasaran Domestik Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Deptan, Gardjita Budi, seusai mengikuti pertemuan penguatan koordinasi kebijakan di pusat dan daerah dalam mendukung tercapainya sasaran inflasi ke depan yang dilangsungkan di Hotel Novotel Solo, Rabu (14/10).

“Target tersebut ditetapkan dengan pertimbangan produksi beras ada sedikit pengaruh dari Elnino,” ujarnya kepada wartawan.

Disebutkan Budi, salah satu langkah yang akan dilakukan Deptan untuk menjaga agar harga beras tidak anjlok adalah dengan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras atau gabah petani yang dipastikan akan lebih tinggi dibandingkan HPP yang ditetapkan untuk tahun 2009 dengan komposisi HPP untuk gabah kering panen (gkg) senilai Rp 2.400/kilogram (kg), gabah kering giling (gkg) senilai Rp 3.000/kg dan beras Rp 4.600/kg.

“Berapa kenaikannya kami sudah ada angka dan penghitungannya, tetapi belum akan kami publikasikan sekarang. Satu hal yang pasti dicermati, HPP tahun 2010 tersebut dipastikan lebih tinggi dibandingkan tahun ini,” kata Budi.

Lebih lanjut Budi menyatakan pihaknya akan mengajukan HPP tahun 2010 tersebut kepada Kementerian Perekonomian paling lambat bulan November 2009 mendatang. Saat ini, lanjutnya, perhitungan terhadap penentuan HPP tersebut masih dilakukan.

sry

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…