Rabu, 14 Oktober 2009 11:05 WIB Hukum Share :

Bea Cukai gagalkan penyelundupan sabu-sabu

Jakarta–Unit Pengawasan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madya Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat satu kg senilai sekitar Rp 1 miliar.

Kepala Humas Ditjen Bea dan Cukai Evy Suhartantyo di Jakarta, Rabu (14/10), menyebutkan, aparat BC Bandara Soekarno-Hatta sudah mengawasi tersangka pelaku sejak beberapa saat sebelumnya hingga akhirnya mengamankan pelaku pada Selasa malam sekitar pukul 20:00 WIB.

“Tersangka pelaku adalah seorang laki-laki warga negara Malaysia berinisial HM Kit yang lahir di Perak (Malaysia) 6 Juni 1982, dengan paspor Nomor A20296495,” jelas Evy.

Tersangka naik pesawat dengan nomor penerbangan CI-679 dari Hongkong tujuan Bandara Soekarno-Hatta.

“Pencegahan penyelundupan sabu-sabu ini berawal dari analisa dan profilling terhadap penumpang, lalu dikembangkan dengan pengamatan terhadap gerak-gerik penumpang yang ditarget,” kata Evy.

Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyimpan sabu-sabu sebanyak satu kg di telapak kaki sepasang sepatu di mana masing-masing sepatu seberat 500 gram.

Sebelumnya pada Rabu (8/10), aparat BC KPPBC Tipe A3 Teluk Nibung Kepulauan Riau juga menggagalkan penyelundupan psikotropika jenis Sabu-sabu seberat 156 gram.

Tersangka pelaku berinisial RAR menggunakan modus operasi dengan menyembunyikan sabu-sabu itu di selangkangan. Pelaku menumpang kapal penyeberangan Boing Sky King dari Port Klang Malaysia menuju Teluk Nibung.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…