Rabu, 14 Oktober 2009 18:33 WIB Sragen Share :

2010, Pemkab berencana revitalisasai Pasar Joko Tingkir

Sragen (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berencana merevitalisasi Pasar Joko Tingkir di Karangtengah, Sragen mulai tahun 2010 mendatang. Guna mensukseskan program tersebut, Pemkab membutuhkan dana minimal Rp 10 miliar.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D), Parsono saat ditemui wartawan di Sragen, Rabu (14/10).

Revitalisasi Pasar Joko Tingkir dinilai mendesak, mengingat pasar tersebut dinilai masih kumuh sekaligus menghilangkan citra negatif keberadaan pasar yang diduga dijadikan sebagai lokasi prostitusi tersembunyi.

“Letak Pasar Joko Tingkir itu sebenarnya hampir satu kompleks dengan Pasar Nglangon dan Pasar Hewan. Di antara ketiga pasar tersebut, kiranya Pasar Joko Tingkir atau yang sering disebut dengan pasar burung yang mendesak direvitalisasi. Kalau tidak salah di sana terdapat 300-an pedagang,” ulas dia.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya sedang berusaha untuk menghimpun dana ke tingkat propinsi. Terkait dengan design pembangunan Pasar Joko Tingkir sudah dipikirkan sedemikian rupa, sehinggga nantinya diharapkan di dalam pasar tersebut terdapat pasar khusus penjual sepeda ontel, pasar burung, pasar sepeda motor, dan sebagainya.

“Maksud kami baik. Mungkin masyarakat akan menerima program kami. Nanti, kalau dana sudah tersedia, sosialisasi segera dilakukan.
Intinya, kegiatan revitalisasi ini baru wacana, semuanya tergantung pada siap tidaknya dana,” kata dia.

pso

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…