Selasa, 13 Oktober 2009 20:38 WIB Boyolali Share :

PKL Umbul Pengging tolak direlokasi

Boyolali (Espos)–Pedagang kaki lima (PKL) di Jl TP Sridadyo Pasar Pengging atau sekitar obyek wisata Umbul Pengging, Banyudono, Boyolali, mendukung rencana pemerintah menata pedagang guna mengangkat nilai jual obyek wisata peninggalan Pakubuwono X itu.

Namun demikian PKL yang tergabung dalam Paguyuban PKL Mulyo Samudro tersebut menolak bila harus angkat kaki dari Jl TP Sridadyo (relokasi-red).
“Setiap program pemerintah tidak akan merugikan rakyat. Hanya saja, bila rencana penataan mencakup relokasi, kami keberatan,” ujar Ketua Paguyuban PKL Mulyo Samudro Pengging, Wijanarko, saat ditemui Espos di kediamannya, Selasa (13/10).

Dia menjelaskan, puluhan PKL Mulyo Samudro yang berjumlah sekitar 40 orang telah menempati Jl TP Sridadyo sejak lima tahun terakhir. Lokasi berjualan yang berada di depan Pasar Candirejo dan tak jauh dari Umbul Pengging, dinilai pedagang cukup membawa hoki. Kendati demikian para PKL mengklaim cukup tertib selama ini alias tidak mengganggu kepentingan pengguna jalan dan trotoar.

Dicontohkannya, PKL Jl TP Sridadyo menggelar dagangan mulai sore hari saat pengguna jalan sudah sepi. Biasanya, lanjut Wijanarko, PKL menutup warung aneka makanan mereka sekitar pukul 24.00 WIB tiap harinya. Sehingga, pada pagi dan siang harinya Jl TP Sridadyo tetap lapang bagi pengguna jalan utamanya wisatawan Umbul Pengging.

“Ya memang ada dua hingga tiga pedagang yang berjualan hingga pagi. Tapi sudah kami ingatkan supaya tertib,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Sekretaris Camat Banyudono, TH Widhi saat ditemui Espos mengaku belum menetapkan konsep penataan kembali kawasan wisata Umbul Pengging.

Menurut dia, konsep tersebut masih harus didiskusikan bersama seluruh stakeholder termasuk paguyuban pedagang dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

kur

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…