Pengumunan ditunda, BKD akui maraknya calo CPNS

Sukoharjo (Espos)–Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo mengakui maraknya calo calon pegawai sipil (CPNS) menjelang dibukanya pengumuman rekrutmen pada bulan ini.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BKD, Sardiyono ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10). Lebih lanjut, imbuh dia, maraknya calo sebenarnya tidak hanya terjadi ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengadakan rekrutmen CPNS melainkan juga ketika Pemkab akan menggelar mutasi serta even-even lainnya.

“Kalau calo saya yakin memang banyak beredar. Namun yang wajib diperhatikan masyarakat adalah mereka hanyalah oknum yang tidak bertanggungjawab. Artinya, tidak ada jaminan ketika masyarakat menyerahkan sejumlah uang kepada calo lantas mereka diterima sebagai pegawai,” jelasnya.

Sardiyono menambahkan, dengan kondisi yang ada masyarakat wajib selalu berhati-hati serta waspada. Dengan kata lain jangan mudah percaya dengan bujuk rayu calo lantaran tidak ada jaminan bahwa kata-kata mereka bisa dipercaya. Oleh karena itu, menurut Sardiyono, masyarakat wajib mengikuti proses rekrutmen seperti tahapan yang telah ditentukan.

Disinggung mengenai jaminan transparansi dari Pemkab, Sardiyono menjawab bisa dibuktikan oleh masyarakat.

“Untuk rekrutmen tahun ini Pemkab hanya berfungsi sebagai pihak yang menggelar rekrutmen. Jadi yang bertanggungjawab atas pengadaan soal, penyelenggaraan tes hingga pemeriksaan sudah dilimpahkan kepada pihak ketiga yaitu perguruan tinggi negeri (PTN),” jelasnya.

Masih mengenai rekrutmen CPNS, Sardiyono menjelaskan, pengumumannya akan ditunda. Sebab, surat keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) hingga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) belum juga terbit.

aps

Editor: | dalam: Sukoharjo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga ยป