Selasa, 13 Oktober 2009 15:49 WIB News Share :

Naikkan harga elpiji, Pertamina ngaku masih rugi Rp 1.850/kg

Jakarta–Meskipun sudah menaikkan harga elpiji 12 Kilogram (Kg), PT Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian sekitar Rp 1.850 per Kg dari penjualan elpiji 12 Kg.

“Harga keekonomiannyakan Rp 7.700 per Kg dengan CP Aramco US$500 per ton. Sementara kita menjualnya dengan harga Rp 5.850 per Kg,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Faisal, digunakannya harga CP Aramco sebagai acuan harga keekonomian elpiji karena lebih dari 50 persen elpiji masih di impor dari Timur Tengah.

“Produksi kilang kita hargai dengan harga pasar internasional karena crude-nya kita beli dengan harga pasar juga. Elpiji kitakan sebagian besar berasal dari impor, lebih dari 50 persen kita impor,” tambahnya.

Namun Faisal mengaku, kenaikan elpiji sebesar Rp 100/kg per 10 Oktober itu telah cukup membantu mengurangi kerugian yang ditanggung Pertamina tahun ini.

BUMN Migas pelat merah tersebut memperkirakan akan mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 Triliun dari penjualan elpiji 12 Kg pada tahun ini. Adapun rata-rata CP Aramco mulai Januari hingga Oktober 2009 sekitar US$ 479 per ton.

“Dengan asumsi sekitar 1 juta MT jika dikalikan Rp 100 per Kg maka kerugian akan berkurang sebesar Rp 100 Miliar,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kenaikan elpiji selanjutnya, Faisal menyatakan, perseroan masih belum menentukan kapan  kenaikan lanjutan tersebut akan dilakukan.

“Kami juga harus mengevaluasi dulu kenaikan yang kemarin,” ujarnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 Kg akibat adanya peralihan konsumsi dari elpiji 12 Kg ke elpiji 3 Kg, Faisal berjanji akan menjaga ketersediaan suplai elpiji 3 Kg itu.

Pertamina juga akan melakukan evaluasi terhadap  kemungkinan adanya peralihan konsumsi elpiji 12 Kg ke 3 Kg.

“Dua minggu lagi baru akan kelihatan. Kita evaluasi. Dua minggu lagi, kita lihat bisa turun berapa,” ungkapnya.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…