cathyclare
Selasa, 13 Oktober 2009 11:39 WIB Sragen Share :

Dua bocah kalap di Banaran

Sragen (Espos)–Dua bocah kalap saat bermain di tepi sungai di Banaran, Sambungmacan, Senin (12/10) pukul 13.30 WIB. Peristiwa dua bocah kalap yang belakangan bernama Doni, 10, dan Dimas, 8 tersebut diduga berawal lantaran keduanya tidak dapat berenang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, awalnya kedua korban sedang bermain di Tempuran, Sungai Karangasem. Diduga, saat bermain tersebut, keduanya sempat terpeleset dan menyebabkan kalap ke sungai yang berkedalaman sekitar 2 meter-3 meter.

Proses evakuasi pun langsung dilakukan antara warga, kepolisian, dan tim SAR.

“Proses evakuasi tidak begitu sulit. Kami dapat menemukan kedua korban di dekat Tempuran. Jadi, belum sempat terbawa arus sungai,” jelas Korlap Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sragen, Rudi kepada Espos, Senin (12/10).

Menurut dia, di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dikenal sebagai lokasi mencari pasir oleh warga setempat. Sehingga, saat kejadian berlangsung diduga dilihat banyak orang.

“Begitu korban dapat dievakuasi, jasad mereka langsung diberikan kepada pihak keluarga untuk kepentingan pemakaman,” terang dia.

Hal senada juga dijelaskan, Ketua Tagana Sragen, Heru Wahyudi. Peristiwa orang kalap di Sragen kiranya menjadi tantangan serius bagi seluruh pihak.

“Intinya harus ada kewaspadaan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Kemudian, kalau memiliki rumah di sekitar sungai besar, tentunya pihak orang tua harus melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka,” terang dia.

Menurutnya, kejadian orang kalap di Sragen rata-rata diawali ketelodoran. Para korban biasanya juga dikenal tidak memiliki kemampuan berenang yang baik. Sehingga, saat terpeleset dan jatuh ke dasar sungai, mereka tidak dapat menyelamatkan dirinya.

“Kami pun tak henti-hentinya memberikan sosialisasi pentingnya waspada saat di tepi sungai. Karena dengan cara itulah, jatuhnya korban dapat ditekan,” kata dia.

pso

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…