Selasa, 13 Oktober 2009 17:27 WIB News Share :

DPRD
Segera selesaikan persoalan Pasar Fajar

Grobogan (Espos)–Pemkab diminta bisa segera menyelesaikan polemik yang muncul dalam penataan pedagang pasar hortikultura. Langkah pendekatan sebelum penindakan disarankan untuk lebih dikedepankan.

“Saya kira wajar, pedagang lokal di Pasar Fajar mengancam tidak mau pindah ke Pasar Hortikultura yang sedang dibangun di Jalan Gajah Mada, apabila persoalan antarpedagang tidak segera diselesaikan,” jelas Wakil Ketua DPRD Wasono Nugroho SH, Selasa (13/10).

Kendati lanjut politisi muda dari Partai Golkar ini, sesuai hukum dagang sebenarnya siapa saja boleh berdagang. Baik berdagang partai besar maupun secara eceran. Hanya saja dalam kasus Pasar Fajar ini, latar belakangnya tidak hanya soal pemasok yang berjualan eceran saja.

“Namun saya melihat, yang menjadi persoalan adalah, adanya sejumlah pedagang luar daerah yang berjualan di lokasi yang peruntukannya tidak untuk itu,” terang Wasono yang akrab dipanggil Soni ini.

Ditambah lagi, para pedagang luar daerah yang semula sebagai pemasok ternyata berjualan secara eceran. Selain itu, sambung Soni, para pedagang luar daerah ini menjual di bawah harga yang ditawarkan pedagang lokal.

“Ini yang menjadikan persaingan tidak sehat sehingga memunculkan protes,” ujarnya.

rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…