Senin, 12 Oktober 2009 15:23 WIB News Share :

Perempuan Indonesia penakluk Everest dirawat di RSJ

Magelang–Clara Sumarwati (44), perempuan pertama asal Indonesia yang mampu menaklukkan puncak Gunung Everest, kini dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. dr. Soeroyo Magelang karena gejala paranoid.

Menurut dokter yang merawatnya dr. Hariyono Padmosudiro SpKJ di Magelang, Senin (12/10), Clara telah dirawat di RSJ tersebut sejak 30 Juni 2009.

Pendaki pertama dari Indonesia yang menginjakan kakinya di puncak Everest pada 26 September 1996 ternyata juga merupakan orang Asia Tenggara pertama yang sampai di puncak Everest pada ketinggian 8.848 meter.

Hariyono mengatakan, Clara menjalani perawatan di RSJ Magelang untuk kali ketiga, perawatan pertama pada 1997 dan kedua tahun 2000. Kini dia dirawat di bangsal W3/Wisma Drupadi.

Menurut dia, Clara mempunyai gangguan ke arah paranoid. Dia selalu diliputi rasa curiga yang tidak berdasar dan tidak realistis pada lingkungan bahkan cenderung mengganggu lingkungan sosial.

“Meskipun tidak ada apa-apa, tetapi dianggapnya ada orang yang mau mencelakakannya,” katanya mencontohkan.

Pemicu kondisi tersebut, katanya, antara lain karena dia mempunyai prestasi tetapi dirasakannya tidak ada orang yang menghargai atau mempercayainya sehingga merasa frustasi berkepanjangan.

“Berdasarkan data yang kami miliki tidak ada faktor keturunan. Rasa kecewa sebagai pencetus meskipun ada latar belakang sebelumnya berupa mental yang rapuh,” katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya kondisinya sekarang sudah baik, bisa berperilaku sosial dengan bagus. Secara klinis medis sudah bisa dipulangkan, tetapi keluarga dan masyarakat belum mau menerimanya.

Hariyono berharap, keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya di Minggiran MJ II Yogyakarta mau menerimanya, namun mungkin mempunyai trauma masa lalu.

“Petugas kami akan berusaha meyakinkan mereka bahwa Clara sudah bisa berperilaku sosial dengan baik dan hal ini perlu mendapat dukungan dari keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Ketika ditemui wartawan di Bangsal W3, lulusan Universitas Atmajaya Jakarta jurusan psikologi pendidikan ini bisa menceritakan dengan baik saat melakukan pendakian Gunung Everest.

Hingga sekarang dia masih mempunyai keinginan untuk mendaki sejumlah gunung di luar negeri, tetapi masih terkendala dana atau sponsor.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…