Senin, 12 Oktober 2009 12:02 WIB Ekonomi Share :

Menperin
Kenaikan elpiji hantam IKM

Jakarta–Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan kenaikan harga elpiji (6kg, 12kg, dan 50 kg) yang telah terjadi dipastikan akan menghantam sektor Industri kecil dan menengah (IKM). Meskipun kenaikannya hanya Rp 100 per kg, elpiji merupakan bagian dari biaya produksi yang signifikan bagi IKM.

Hal ini disampaikannya di sela-sela acara workshop di kantor Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta, Senin (12/10).

“Walaupun kenaikan sekitar Rp 100, setiap kenaikan harga untuk faktor kategori infrastruktur pasti terpengaruh. Yang paling terpengaruh adalah IKM dan rumah tangga,” katanya

Fahmi menambahkan, sektor IKM akan selalu menjadi korban jika terjadi kenaikan di komponen biaya produksi termasuk elpiji. Namun kata dia, untuk industri besar biasanya akan fleksibel menghadapi kenaikan elpiji.

“Tapi yang kecil ini tidak fleksibel, karena pembelinya tidak fleksibel,” jelasnya.

Ia memperkirakan, dengan adanya kenaikan ini dipastikan akan terjadi penyesuaian-penyesuaian harga, yang berujung pada penurunan daya beli masyarakat.

Fahmi mencontohkan sektor usaha kecil yang akan terkena diantaranya usaha rumah makan padang dan sebagainya.

“Pasti ada penurunan daya beli, karena kondisi sekarang belum kondusif. Sehingga konsumen akan memindahkan, produk alternatif yang lebih mudah,” ucapnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…