Senin, 12 Oktober 2009 12:12 WIB News Share :

Keluarga minta SJ dan Syahir dimakamkan di Pondok Rangon

Jakarta–Keluarga tersangka teroris Syaifudin Zuhri bin Djaelani alias Ustad Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh (32), dan Mohamad Syarhrir alias Aing (41), meminta jenazah keduanya agar dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Kuwu Desa Sampora Cilimus, Kuningan, Nur Rohidin, yang mendampingi keluarga di Jakarta, Senin, mengatakan, dua liang lahat sudah disiapkan, sejak Minggu (11/10).

Menurut dia, dua liang lahat tersebut, sudah dipesan terlebih dahulu. Sebelumnya, tersangka teroris lainnya, Ibrohim, yang juga adik ipar dari Syaifudin dan Syahrir, juga dimakamkan di TPU tersebut.

Nur Rohidin dan keluarga Syaifudin Zuhri dan M Syahrir berangkat dari Kuningan, Jawa Barat, Minggu (11/10) malam dan tiba di Jakarta, Senin pagi.

Menurut Nur Rohidin, keluarga yang datang antara lain anak Sucihani (istri almarhum Ibrohim, yang juga adik Syaifuddin dan Syahrir), yakni Nisrina Adriya (10), Ismail Dziyaul Hag (7), dan Ishak Samudra (5 bulan).

Namun anak pertama Sucihani, yakni Sobrina Aliya (12) tidak ikut lantaran sedang belajar di pesantren. Selain Sucihani dan tiga anaknya, Djalaeni Irsyad dan Hj Asenih, yang juga kedua orang tua Zuhri dan Syahrir pun ikut datang untuk melihat jasad kedua anaknya.

Menurut Nur Rohidin yang datang ke Jakarta bersama keluarga Djaelani, keluarga tiba di Jakarta sekitar pukul 06:00 WIB.

Mereka saat ini berada di salah satu rumah kerabat mereka. Namun Nur enggan menyebutkan di mana saat ini keluarga berada. Kabarnya keluarga berada di rumah Anugrah yang berada di Jl Cendana III, Blok B7, RT 7/8, Perumahan Sarana Indah Permai, Kedaung, Pamulang.

Nur pun menambahkan kalau pemakaman Zuhri dan Syahrir keluarga menginginkan pemakaman di samping makam Ibrohim di TPU Pondok Ranggon.

Alasannya, karena keluarga ingin pemakaman menjadi satu dekat dengan Ibrohim. Namun saat ditanyai mengenai penolakan warga di Kuningan dengan pemakaman Zuhri dan Syahrir, Kuwu Desa Sampora, Cilimus, Kuningan Jawa Barat itu, Nur tidak secara tegas membantah kalau adanya penolakan.

Ia menambahkan, keluarga saat ini masih menunggu informasi dari Mabes Polri untuk melihat kedua jasad tersebut.

Syaifudin Zuhri merupakan anak keenam dan Syahrir anak ketiga dari delapan bersaudara. Keduanya tewas saat penggerebekan oleh Densus 88, di rumah kos, kamar No.15, Jl Semanggi II, RT.02/03, Ciputat Timur, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10).

Zuhri yang merupakan perekrut Dani dan Nana, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, pada 17 Juli 2009 lalu, tewas di dalam kamar mandi. Sedangkan Syahrir tewas di depan pintu rumah kos.

ant/fid

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…