Senin, 12 Oktober 2009 20:09 WIB News Share :

Hujan dikhawatirkan hambat penyelesaian hambat tol Semarang-Solo

Semarang–Dinas Bina Marga Jawa Tengah mengkhawatirkan musim penghujan akan menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan tahap pertama jalan tol Semarang-Solo, rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo, di Semarang, Senin, mengatakan, hujan menjadi salah satu kendala terbesar dalam proses pembangunan tol ini, karena menyebabkan akses menuju lokasi menjadi sulit.

“Karena hujan masih jarang, jadi belum ada kendala berarti,” katanya.

Menurut dia, proses pembangunan tahap pertama ini telah selesai sekitar 15 persen. Sejumlah pilar jembatan di sepanjang jalur, lanjut dia, sudah mulai dibangun dan sebagian hampir selesai.

Ia mengatakan, di sepanjang jalur ini, rencananya akan dibangun enam jembatan, masing-masing dua buah di kawasan Banyumanik setinggi 28 meter dan 54 meter, Susukan setinggi 34 meter, Penggaron setinggi 50 meter, dan Tembalang setinggi 10 meter. Ia menuturkan, pembangunan jembatan ini bertujuan untuk menjaga ekosistem lingkungan serta menjamin interaksi masyarakat sekitar.

“Kami akan meminimalisasi proses pengurugan tanah,” katanya.

Ia optimistis pembangunan tahap pertama Tol Semarang-Solo ini akan selesai pada Juli 2009. Penyelesaian pembangunan tahap pertama, kata dia, akan segera disusul dengan pembangunan tahap kedua dengan rute Ungaran hingga Bawen.

Ia mengatakan, jika tidak ada halangan berarti, jalan tol Semarang-Solo, dengan rute Semarang hingga Bawen sudah dapat dioperasikan pada tahun 2012 mendatang. 
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…