Senin, 12 Oktober 2009 18:11 WIB Boyolali Share :

Dukun gadungan cabuli gadis di bawah umur

Boyolali (Espos)–Alih-laih ingin sembuh dari penyakit kista yang dideritanya, gadis berusia 17 tahun berinisial MM justru menjadi korban pencabulan yang dilakukan Susilo Purwa Prasetyo, 46, yang mengaku bisa menyembuhkan.

Naasnya, aksi pencabulan itu tak hanya sekali dialami remaja yang masih duduk dibangku SMA tersebut. Pelaku mencabulinya hingga empat kali di rumah orangtua pelaku.

Tindakan amoral yang dilakukan warga Jl Anggrek Rosalia RT 09/RW V, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat itu baru terbongkar setelah pacar korban mengetahui tindakan tersebut. Keluarga korban pun akhirnya melaporkan pelaku ke kepolisian pada Kamis pekan lalu. Pada hari yang sama polisi berhasil membekuk pelaku.

Menurut keterangan Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kanit PPA, Ipda Subiyanti, kronologis kejadian itu berawal saat korban sering mengeluh sakit karena menderita kista. Lewat salah satu saudaranya, korban disarankan untuk menjalani pengobatan alternatif. Dari saudaranya itu pula korban memperoleh nama pelaku.

Korban yang merupakan warga Semarang Selatan, Kota Semarang itu ditemani ibunya mendatangi pelaku di rumah orangtuanya yakni di Dukuh Sapian, Metuk, Mojosongo Boyolali, Agustus kemarin.

Di hadapan korban pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati penyakit kistanya. Susilo lantas meminta ibu korban untuk membeli garam dengan alasan untuk pengobatan.

Begitu ibu korban pergi, pelaku membujuk korban untuk berhubungan intim dengannya.

“Dia beralasan korban harus melakukan itu jika penyakitnya mau sembuh,” ungkap Subiyanti, di Mapolres kemarin.

Karena ingin sembuh, korban pun akhirnya menuruti saja apa yang diperintahkan pelaku. Merasa dapat memperlakukan korbannya sesuka hati, pelaku pun akhirnya meminta kembali korban untuk melayani nafsu bejatnya. Tindakan tersebut akhirnya diketahui, saat pelaku melakukan pencabulan di rumah korban pada Minggu (4/10).

kha

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….