Senin, 12 Oktober 2009 16:12 WIB Ekonomi Share :

Disperindag data ulang pedagang Galabo

Solo (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo sejak akhir September 2009 lalu mendata ulang terhadap puluhan pedagang Gladak Langen Bogan (Galabo) Solo.

Hal itu dilakukan pihak Disperindag setelah diketahui ada beberapa pedagang yang beralih menjual jenis komoditas yang berbeda dengan yang didatakan pada saat mengajukan diri menjadi pedagang di Galabo tersebut.

Hal tersebut diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Solo, Eko Prajudhy ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/10).

“Pendataan ulang ini kami lakukan agar kami memiliki data yang jelas tentang keberadaan pedagang di Galabo saat ini termasuk komoditas yang dijualnya, sekaligus untuk melihat kondisi saat ini apakah makanan yang dijual oleh pedagang sesuai dengan data yang mereka sampaikan kepada Disperindag pada saat mengajukan diri untuk berjualan di Galabo tersebut,” ujar Eko.

Dari pendataan ulang sementara yang dilakukan pihak Disperindag Kota Solo pasca-Lebaran 2009 lalu, Eko menyebutkan tercatat ada sebanyak 73 pedagang di Galabo yang menjual berbagai jenis masakan atau makanan.

Diakui Eko, memang ada beberapa pedagang yang saat ini beralih menjual masakan atau makanan yang berbeda dengan yang dilaporkan kepada pihak Disperindag.

“Memang ada beberapa pedagang yang beralih menjual makanan yang berbeda dengan yang dilaporkannya pada saat mengajukan diri menjadi pedagang Galabo, beberapa di antaranya beralasan karena makanan yang mereka tawarkan tidak terlalu diminati atau jarang dibeli pelanggan.

Mereka kemudian beralih menjual makanan lain yang dinilai lebih laku, misalnya sama dengan yang ditawarkan pedagang lain yang kebetulan bersebelahan atau berada di dekatnya.

sry

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…