Senin, 12 Oktober 2009 19:16 WIB News Share :

Boediono
Kabinet disusun secara maraton

Bogor–Presiden-Wakil Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono akan bekerja secara marathon untuk penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu yang kedua sehingga dapat diumumkan pada waktunya.

Wakil Presiden terpilih Boediono dalam keterangan pers di Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin (12/10) malam mengatakan Presiden Yudhoyono dan ia akan bekerja secara maraton untuk mendapatkan figur-figur menteri dalam kabinet mendatang.

“Sejak pagi saya dampingi Presiden untuk melaksanakan proses pembentukan kabinet. Proses ini akan berlangsung maraton, saudara akan melihat saya banyak mendampingi Presiden untuk penyusunan kabinet mendatang,” kata Boediono didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Dijelaskannya, proses yang saat ini sedang dilakukan adalah meneliti data calon menteri yang masuk, baik yang diusulkan oleh partai-partai politik maupun dari mekanisme lainnya.

“Untuk menyiapkan proses pembentukan kabinet dan ini menyangkut berbagai tahapan tentu saya tidak bisa merinci, Presiden sudah menerima berbagai usulan dari partai yang berkoalisi. Tentu ini akan terus diteliti oleh Presiden mengenai kandidat yang diusulkan, tadi saya melihat tumpukan cv (curiculum vitae, red) yang beliau sendiri akan lihat secara cermat,” ungkapnya.

Boediono mengatakan dalam proses itu, ia akan mendampingi Yudhoyono dan tentunya Presiden akan meminta masukan darinya atas figur-figur calon menteri.

“Nanti akan ada peran Wapres, nanti tentu dimintai pandangan, keputusan ada pada beliau,” tegasnya.

Ia menambahkan akan ada jadwal melakukan pertemuan semacam interview Presiden dengan calon-calon yang sudah diseleksi dan kemudian ada tahapan dimana tes kesehatan harus dilaksanakan oleh mereka yang calon menteri.

“Tahapan ini harus disusun secara cermat, on time on track dan nanti diharapkan presiden bisa umumkan susunan kabinet”.

Pada kesempatan itu, Boediono mengatakan program 100 hari dan program kerja lima tahun secara garis besar sudah selesai sehingga pada waktunya nanti para calon menteri dapat mengetahui rencana kerja pemerintah dan apakah sanggup memenuhinya atau tidak.

“100 hari ini kita pilih langkah yang fundamental, bisa awal dari kegiatan yang tidak mungkin selesai 100 hari tapi fundamental, dan hal yang bisa diselesaikan 100 hari. Kombinasi keduanya, itu tugas pertama dari para menteri, yang lima tahunan dijabarkan secara detail oleh menteri dan dijadikan pegangan, proporsi nanti dicari yang pas,” katanya.

Ditambahkannya, proporsi antara calon dari parpol dan calon dari kalangan profesional akan berimbang.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…