Senin, 12 Oktober 2009 19:25 WIB Ekonomi Share :

Bappenas
Stimulus infrastruktur sulit terserap semua

Jakarta–Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzzeta mengatakan stimulus infrastruktur sulit terserap 90 persen dari total anggaran yang sediakan sebesar Rp 12,2 triliun.

“Sulit terserap semua, tetapi kita masih harapkan (stimulus infrastruktur) bisa terserap. Tetapi kalau penyerapan tidak sampai 100 persen itu jangan dianggap tidak efisien,” katanya di Jakarta, Senin (12/10).

Ia mengatakan data historis menunjukkan penyerapan anggaran tidak pernah bisa sampai 100 persen karena ada beberapa faktor penyebab, antara lain karena adanya efisiensi atau penghematan karena berjalannya proses tender atau lelang.

“Tetapi nanti kita lihat hasilnya di akhir tahun,” katanya.

Data Departemen Keuangan menyebutkan realisasi penyerapan stimulus hingga bulan Oktober 2009 baru mencapai 31,46 persen atau hanya sebanyak 3,56 triliun dari total pagu sebesar Rp 11,549 triliun.

Paskah mengharapkan dalam tiga bulan tersisa, realisasi penyerapan stimulus infrastruktur akan mengalami akselerasi. Paskah mengatakan biasanya setelah masuk semester II-2009, penyerapan mengalami akselerasi.

“Semester kedua biasanya belanja meningkat,” katanya.

Sementara itu, untuk mendorong penyerapan, pihaknya meminta kepada kemetrian/lembaga (K/L) untuk mempercepat belanja.

Ia mengatakan tahun anggaran 2009, pemerintah dan DPR sepakat untuk memberikan tindakan tegas bagi setiap K/L dalam melakukan penyerapan anggaran.

“Bila tidak terserap akan ada ‘punishment’ bagi K/L yang bersangkutan,” kata dia.

Pemerintah sepanjang 2009 memberikan dana stimulus fiskal sebesar Rp 73,3 triliun rupiah yang terdiri atas pemotongan pajak sebesar Rp 61,1 triliun rupiah dan Rp 12,2 triliun rupiah berupa tambahan belanja infrastruktur.

Dalam belanja APBN 2010, tercatat total anggaran infrastruktur di K/L sebesar Rp 72 triliun.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…