Senin, 12 Oktober 2009 17:08 WIB Ekonomi Share :

Agen dan pengecer optimistis pelanggan 12 kg tetap loyal

Solo (Espos)–Meskipun kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) hingga 50 kg telah diberlakukan sejak Sabtu (10/10), sejumlah agen maupun pengecer gas elpiji mengakui kenaikan harga tersebut belum berdampak secara signifikan terhadap penjualan gas elpiji, baik 12 kg maupun 3 kg pada awal pekan ini.

Baik agen maupun pengecer bahkan mengaku tetap optimistis sebagian pelanggan yang loyal menggunakan gas elpiji 12 kg tidak terpengaruh dengan adanya kenaikan harga tersebut.

Dari pantauan Espos, Senin (11/10), sebagian pengecer gas elpiji 12 kg sudah menjual gas elpiji tersebut dengan harga baru. Namun sebagian pengecer ada pula yang menjual dengan harga lama lantaran yang dijualnya merupakan stok lama.

“Sampai hari ini belum terlihat dampak dari kenaikan harga gas elpiji 12 kg tersebut. Mungkin karena kenaikannya hanya senilai Rp 1.200/tabung sehingga bagi pelanggan, khususnya yang dari kalangan menengah ke atas, tidak terlalu keberatan,” ujar Manager Operasional PT Restu Aji Manunggal selaku agen pemasaran elpiji 12 kg, Indratmo, ketika dikonfirmasi Espos, Senin (12/10).

Indratmo menuturkan perusahaannya telah menerima surat edaran resmi dari PT Pertamina terkait kenaikan harga gas elpiji tersebut. Namun diakui Indratmo hingga Senin pihaknya belum menaikkan harga jual ke tingkat konsumen.

“Secara resmi surat dari PT Pertamina tentang kenaikan harga tersebut sudah kami terima pada Sabtu pekan lalu. Tapi sampai hari ini kami belum menaikkan harga jual ke tingkat konsumen,” tandasnya. Terhadap kenaikan harga gas elpiji 12 kg tersebut, Indratmo meyakini masih ada lebih dari 30% pelanggan yang tetap loyal untuk menggunakan gas elpiji ukuran 12 kg itu, khususnya bagi pelanggan dari segmen menengah ke atas.

 

sry

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…