Senin, 12 Oktober 2009 23:25 WIB Wonogiri Share :

25.182 Jiwa bergantung pada Sumber Seropan

Wonogiri (Espos)–Air di musim kemarau bagi masyarakat Kecamatan Pracimantoro ibarat emas. Setetes air akan diras menghidupi keluarganya dari bahaya kehausan. Karenanya upaya pemerintah yang menggelontorkan air dari Sumber Seropan, Pakrandu, Ponjong, Gunungkidul, DIY sangat dinanti masyarakat.

Utamanya bagi warga di sembilan desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Pracimantoro. Agar ketercukupan air bagi masyarakat di seluruh aliran Sumber Seropan merata, warga di daerah terdekat dengan sumber air dilarang jor-joran. Pihak kecamatan dan desa di Pracimantoro menyepakati penggiliran air tersebut.

Jumlah desa yang teraliri air dari Sumber Seropan sebanyak 9 desa/kelurahan dengan jumlah KK mencapai 7.089 KK atau 25.182 jiwa. Penegasan itu disampaikan Camat Pracimantoro, Kuswandi saat ditemui Espos di kantornya, Senin (12/10).

“Memang pengaliran air (dari Sumber Seropan) tidak setiap hari dilakukan, namun warga di sembilan desa/kelurahan sangat membutuhkan. Kalau di awal pengoperasian warga di dekat sumber selalu menghidupkan kran air, sekarang ini sudah ada kesepakatan di antara para kepala desa yang mendapatkan aliran air dari Sumber Seropan untuk berbagi. Artinya kran-kran di dekat sumber ditutup biar aliran air sampai ke Desa Petirsari ataupun Gambirmanis,” katanya.

Mantan Camat Batuwarno ini menjelaskan, awal bulan ini aliran air tidak lagi tersendat walau hanya tiga hari sepekan, setelah pihak ketiga memberikan pinjaman BBM solar.

“Kebutuhan akan BBM solar mencapai 500 liter/hari dan sementara ini kebutuhan solar ditalangi oleh Pak Mulyadi, mantan Sekda sehingga air bisa mengalir sesuai rencana.”

Ditambahkan oleh Kasi Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Pracimantoro, Warsito, mengalirnya air dari Sumber Seropan, akan mampu menjawab kebutuhan air bagi 25.182 jiwa dari 7.089 KK di sembilan desa/kelurahan di Pracimantoro.

Terkait dengan pengoperasian aliran air tersebut, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wonogiri, H Mulyadi melakukan pengecekan ke sumber air di Pakrandu, Ponjong, Gunungkidul, DIY.

“Kami memberikan talangan BBM solar demi ketercukupan air bagi masyarakat. Apalagi saya juga pernah menjadi pejabat di Wonogiri sehingga memiliki tanggungjawab moral.”

tus

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…