Minggu, 11 Oktober 2009 15:58 WIB News Share :

Tifatul harapkan Hidayat Nur Wahid jadi menteri

Jakarta–Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengharapkan Hidayat Nur Wahid sebagai salah satu kader terbaik partai berlambang bulan sabit kembar itu bakal menduduki posisi menteri dalam kabinet mendatang.

“Yang pasti saya berharap, Hidayat Nur Wahid bisa masuk kabinet,” katanya menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan posisi menteri dari PKS pada kabinet mendatang, usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Minggu.

Mengenai posisi Hidayat dalam kabinet mendatang, Tifatul mengharapkan, mantan Ketua MPR RI itu menempati posisi sebagai Menko Kesra. Menurut dia, Hidayat Nur Wahid mampu dan cocok menjabat sebagai Menko Kesra.

“Setelah Pak Hidayat tidak terpilih menjadi wakil presiden (pada Pilpres 2009 lalu -red) atau ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk kedua kalinya, sudah sepantasnya ia mendapat posisi terhormat di kabinet,” katanya.

Namun, katanya, hal tersebut nantinya akan dikembalikan lagi kepada Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menegaskan, belum ada lagi pembicaraan lebih lanjut mengenai kader-kader PKS yang akan dipilih menjadi menteri oleh Presiden Yudhoyono dalam kabienet mendatang.

Ketika disinggung soal dirinya yang juga diusulkan PKS menjadi menteri, Tifatul enggan menjawabnya dan hanya melemparkan senyum.

“Itu belum pasti. Tetapi kalau saya ditugaskan, akan saya laksanakan,” ujarnya singkat.

Jika dipercaya menjadi menteri pada kabinet mendatang, Tifatul memastikan dirinya tidak akan lagi merangkap jabatan sebagai Presiden PKS karena di PKS tidak diperbolehkan adanya rangkap jabatan.

Majelis Syuro

Sementara itu, sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PKS pada April 2010 yang salah satu agenda pentingnya adalah pemilihan Presiden PKS dan penetapan pengurus DPP baru, pada Januari 2010 PKS akan melaksanakan Pemilihan Raya (Pemira) Intern untuk menetapkan 99 nama anggota Majelis Syura, yang merupakan lembaga tertinggi di PKS.

Dalam Pemira Intern PKS itu, akan ditetapkan sebanyak 61 orang dari 33 provinsi untuk menjadi anggota Majelis Syuro dan selanjutnya ke-61 orang itu akan memilih dan mengangkat 36 orang dan dua orang anggota tetap Majelis Syuro sehingga jumlah totalnya menjadi 99 orang.

Tifatul mengatakan, setelah itu akan ditentukan pula Ketua Majelis Syuro dan kemudian akan dipilih lima calon presiden partai untuk ditentukan pada Munas April 2010.

“Setelah presiden partai yang baru terpilih, barulah dibentuk struktur kepengurusan baru PKS yang akan disetujui oleh Majelis Syura,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…