Minggu, 11 Oktober 2009 20:12 WIB News Share :

Soal dokumen 15 Juli, Eddy Soemarsono tuduh Anggodo ngawur

Jakarta–Eddy Soemarsono (ES) adalah salah satu nama yang disebut dalam dokumen 15 Juli 2009. Menurut adik Anggoro Widjojo, Anggodo, Eddy lah yang memfasilitasi penyetoran uang untuk AA dan CMH. Bahkan disebut Anggodo, Eddy menerima bagian. Tegas-tegas Eddy membantahnya.

“Anggodo ngawur. Tidak pernah ada itu,” tegas Eddy, yang juga mengaku sebagai sahabat AA kepada melalui telepon, Minggu (11/10).

Dalam pengakuan di dokumen berisi kronologis peristiwa penyetoran uang itu, Anggodo menyebut pertemuan dengan Eddy dilakukan di Kejagung dengan difasilitasi jaksa IN. Menurut pengakuan Anggodo pula, atas perintah abangnya, dia diminta untuk mengontak Eddy untuk melobi AA dan CMH.

Eddy, disebutkan kenal baik dengan AA dan CMH. “Saya tidak kenal Chandra M Hamzah (pimpinan KPK). Saya tidak tahu soal itu,” jelas Eddy.

Anggodo dalam dokumen itu menyebutkan, beberapa kali dia bertemu Eddy dan melakukan tawar menawar soal nilai setoran bagi CMH dan AA. Bahkan Anggodo menyebut akhirnya disepakati untuk kedua pimpinan KPK itu Rp 6 miliar dan Eddy memperoleh Rp 1 miliar.

Bersama Eddy, Anggodo juga mengaku sempat menemui Anggoro di Singapura pada 20 September 2008. Dan pada 10 Oktober, Anggodo, Eddy, dan AA, minus CMH pergi ke Singapura dan bermalam di Mandarin Hotel. Pada 11 Oktober 2008, mereka bertemu di Shangri La Hotel dan membicarakan mengenai uang Rp 6 miliar itu.

Kembali tegas-tegas Eddy menepis pernyataan Anggodo tersebut. Dia menjelaskan bila pertemuan dilakukan untuk mendengar kesaksian Anggoro terkait isu suap di KPK. “Saya ada bukti SMS-nya ke Pak Antasari soal pertemuan itu. Itu Anggodo ngawur, tidak ada permintaan uang,” tutup Eddy.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…