Minggu, 11 Oktober 2009 21:57 WIB Sport,Internasional Share :

Djokovic dan Kuznetsova juara di Beijing

Beijing–Novak Djokovic meraih gelar ketiga ATP tahun ini di China Terbuka, Minggu, setelah menundukkan Marin Cilic, sementara Svetlana Kuznetsova dari Rusia merebut gelar di bagian putri.

Unggulan kedua dari Serbia itu memanfaatkan penundaan pertandingan selama 90 menit karena hujan pada kedudukan 2-2 di set pertama, dengan kembali ke lapangan utama di venue tenis Olimpiade Beijing dengan fokus yang diperbarui untuk mengalahkan Cilic 6-2 7-6 (7/4).

Cilic, yang mempunyai pukulan keras dan mengalahkan unggulan keempat Nikolay Davydenko dan unggulan utama Rafael Nadal dalam perjalanannya menuju final, melakukan perlawanan terhadap Djokovic melalui pukulan-pukulan keras dari lapangan belakang, tetapi petenis Serbia itu mampu mengatasi perlawanannya.

Setelah memegang servis untuk membuat kedudukan menjadi 3-2 di set pertama, Djokovic mematahkan servis Cilic dan kemudian untuk kedua kalinya mematahkan servis lawan yang berusia 21 tahun itu untuk memenangi set tersebut.

Di set kedua, Cilic, yang masuk ke turnamen tersebut karena mendapatkan wild card, dan petrenis Serbia berusia 22 tahun itu saling mematahkan servis tiga kali untuk memaksakan terjadinya tiebreak, dengan pemain Kroasia itu gagal dua kali dalam servisnya.

Djokovic mengendalikan pertengahan toebreak, dengan memenangi suatu reli setelah Cilic tergelincir dan jatuh sehingga kedudukan menjadi 4-2. Pemain Serbia itu menutup pertandingan tersebut pada match point keduanya, saat pukulan pemain Kroasia itu melebar. Kedua pemain sepakat bahwa hujan gerimis mempengaruhi hasil pertandingan tersebut, yang berlangsung selama hampir dua jam.

“Saya pasti bermain lebih baik setelah pertandingan ditunda karena hujan,” kata Djokovic, yang pulang dengan membawa chek bernilai 500.000 dolar AS sebagai juara.

Djokovic, dengan mencapai final, telah menjamin menjadi petenis peringkat tiga dunia pada 19 Oktober, menggusur  petenis Skotlandia, Andy Murray yang mengalami cedera. Ia telah lolos ke kejuaraan akhir musim di London bulan November.

Di final bagian putri, Kuznetsova, juara Prancis Terbuka di unggulan keenam di hina Terbuka, menggunakan  “ground stroke” yang kuat dan pengalamannya untuk mengalahkan Agnieszka Radwanska dari Polandia 6-2 6-4.

Kuznetsova, yang mengalahkan Radwanska awal tahun ini dalam perjalanannya meraih gelar di Roland Garros, mendominasi set pertama dengan mematahkan servis pemain Polandia berusia 20 tahun itu tiga kali.

Di set kedua, petenis Rusia berusia 24 tahun itu, yang menjadi juara Chita Terbuka tahun 2006, juga unggul di babak-babak awal dengan mematahkan servis lawan dan tidak pernah terkejar, dengan membuat unggulan ke-12 Radwanska terus mengejar bola hasil pukulan-pukulan ke sudut yang sulit dari baseline.

Kuznetsova secara mudah mengakhiri pertandingan tersebut melalui servisnya yang tidak dapat dikembalikan secara baik oleh Radwanska.

Dengan menjadi juara di event gabungan ATP/WTA berhadiah 6,6 juta dolar AS itu, Kuznetsova, yang kini menduduki peringkat keenam, akan naik peringkatnya menjadi peringkat kelima, ketika daftar baru peringkat WTA diumumkan Senin.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…