Minggu, 11 Oktober 2009 17:30 WIB Ekonomi Share :

Asmindo gagas design center

Solo (Espos)–Kalangan pengusaha mebel yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kota Solo menggagas dibentuknya sebuah pusat desain mebel atau design center untuk menciptakan dan mengembangkan desain mebel di Kota Bengawan. Hal itu dalam rangka meningkatkan daya saing produk mebel di Indonesia.

Demikian dikemukakan Ketua Asmindo Kota Solo, David R Wijaya ketika diwawancarai Espos, Minggu (11/10). “Penciptaan dan pengembangan desain untuk produk mebel atau furnitur sangat diperlukan agar pengusaha bisa meningkatkan daya saing di pasaran. Sebab saat ini desain merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk menghadapi persaingan di pasaran, khususnya di tingkat internasional. Dalam hal ini para desainer Indonesia harus mampu menjadi pencipta tren baik untuk pasar lokal maupun pasar global, untuk mewujudkan produk unggulan yang kreatif, inovatif atau inventif dalam kerangka menghadapi kompetensi budaya masyarakat global,” ujar David.

Menurut David, penciptaan dan pengembangan desain tersebut sebenarnya tidak hanya terbatas pada produk mebel melainkan juga bisa diterapkan pada produk-produk lainnya seperti batik dan kerajinan tangan. Melalui design center itulah, lanjut dia, akan tercipta berbagai desain produk, termasuk dalam proses penciptaan desain mebel atau furnitur yang kreatif dan inovatif sekaligus sesuai selera konsumen.

“Namun untuk pembentukan design center diperlukan kerja sama yang baik antar pelaku usaha dan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda), dalam hal ini Pemkot Solo, dan pelaksanaannya diharapkan bisa dilakukan secara berkesinambungan,” imbuh David.
Senada dikemukakan Kepala Sub Direktorat (Subdit) Iklim Usaha Departemen Perindustrian RI, Yuwono saat ditemui di sela-sela workshop bertema Pengembangan Desain Furniture di Ruang Prambanan Hotel Novotel Solo, pekan lalu.

Yuwono menilai pembentukan design center tersebut diperlukan mengingat saat ini industri mebel dan kerajinan menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasaran, khususnya di tingkat internasional.

“Dibutuhkan kerja sama yang baik antar pengusaha maupun desainer untuk menciptakan produk-produk yang inovatif dengan desain yang bernilai tinggi. Di samping untuk memenuhi selera pasar, diharapkan pula bisa juga jeli untuk menggali potensi yang ada melalui sentuhan budaya lokal,” kata Yuwono.

sry

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

KUALIFIKASI PIALA ASIA U-19
Menuju Korea, Timnas Bakal Adaptasi Cuaca

Kualifikasi Piala Asia U-19 bakal diikuti Timnas Indonesia. Solopos.com, CIKARANG – Timnas Indonesia U-19 akan melakoni ajang kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korea Selatan (Korsel). Mereka pun melakukan berbagai persiapan demi meraih hasil positif di fase tersebut. Babak kualifikasi…