Sabtu, 10 Oktober 2009 18:22 WIB News Share :

Ratusan pelajar NU tolak Miyabi

Kudus–Penolakan atas kedatangan bintang porno Jepang Maria Ozawa (Miyabi) terus bergulir. Ratusan pelajar setingkat MA, SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), menolak kedatangan Miyabi yang rencananya tiba di Indonesia 14 Oktober mendatang.

Penolakan sekitar 300 pelajar itu dilakukan dalam aksi di bumi perkemahan Abiyoso, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/10).

“Kita harus menjaga generasi muda dari pornografi dan pornoaksi. Maka dari itu, kami menolak dengan tegas kedatangan Miyabi di Indonesia ini dengan dalih apa pun,” ujar koordinator aksi Syaifuddin Bahri di lereng Gunung Muria Kudus itu.

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan berbagai poster penolakan atas kedatangan Miyabi itu. Poster itu bertuliskan antara lain ‘Jaga Hati, Jaga Diri, Tolak Miyabi’, dan ‘Save My Childs: Tolak Miyabi, Miyabi = Pornografi’.

Salah seorang peserta aksi, Edi Purwanto, siswa SMA Sudirman, mengatakan, Maria Ozawa merupakan sosok yang tidak patut ditiru.

“Saya khawatir, moral generasi muda bangsa ini akan lebih buruk lagi jika Miyabi tidak dilarang,” kata Edi.

Penolakan serupa dilontarkan Jayanti Eka Fitriana dari MA Banat Kudus. “Pornografi dan pornoaksi harus dilawan dari bumi Indonesia, karena tidak sesuai dengan moralitas bangsa. Untuk itu, kedatangan ikon pornografi Miyabi, harus ditolak,” ujar Eka.

Aksi penolakan kedatangan Miyabi dilakukan dengan long march mengelilingi bumi perkemahan terlebih dahulu. Sambil meneriakkan yel-yel ‘Tolak Miyabi’ mereka juga melakukan orasi secara bergantian.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…