Sabtu, 10 Oktober 2009 10:59 WIB News Share :

Gerindra tetap pilih oposisi

Jakarta–Terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum Partai Golkar disinyalir akan meneguhkan keberlanjutan dukungan partai beringin terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Partai yang selama ini memilih jalan oposisi, PDIP tampaknya juga mulai ‘main mata’ dengan pemerintah. Bagaimana dengan Partai Gerindra?

“Dalam Rapimnas yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, DPD-DPD minta supaya kita bersikap oposisi. Jadi kita tetap berada kritis memberikan masukan positif ke pemerintah,” kata Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, Sabtu (10/10).

“Dengan mengkritisi pemerintah, kita juga berharap pemerintah ke depan bisa lebih maju,” kata dosen UGM ini menambahkan.

Jika pemerintahan mendatang tanpa dikontrol oleh oposisi, imbuh Suhardi, maka pemerintah akan semakin menancapkan kekuasaannya. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi kesewenang-wenangan dalam mengatur bangsa lima tahun ke depan.

“Kalau SBY terlalu kuat, maka yang terjadi adalah pemerintahan akan out of controll,” ujarnya.

Suhardi berharap, meski posisi Golkar dan PDIP saat ini dekat dengan pemerintahan, namun tidak mengurangi ketajaman mereja dalam mengkritisi dan memberi masukan.

“Saya tetap berharap Golkar dan PDIP meskipun dekat dengan pemerintah jangan hilang ketajaman dalam memberi masukan ke pemerintah,” kata pria yang mengaku tidak makan gandum lebih dari 20 tahun tersebut.

“Yang jelas sampai hari ini sikap kita tidak berubah, tetap mengkritisi pemerintah,” pungkasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…