Sabtu, 10 Oktober 2009 06:46 WIB Internasional Share :

Dapat nobel perdamaian, Obama terkejut

Washington--Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengaku terkejut memperoleh Nobel Perdamaian 2009. Awalnya dia sempat ragu, namun Obama akhirnya menyadari bahwa nobel yang diterimanya sebagai pemicu untuk berupaya menciptakan perdamaian dunia sebenar-benarnya.

Obama bangun pada pukul 6 waktu setempat. Tiba-tiba dia memperoleh informasi dari Oslo, Norwegia bahwa dia memperoleh penghargaan prestisius ini di saat baru memimpin negeri Paman Sam baru 9 bulan.

“Saya sangat terkejut dan berendah hati atas putusan yang dikeluarkan oleh para komisi yang memutuskan penghargaan nobel ini,” demikian ucapan pertama Obama kepada publik di taman bunga White House seperti dirilis AFP, Sabtu (10/10).

Obama menilai, penghargaan ini bukanlah semata-mata untuk dirinya saja. Melainkan sebuah penghargaan kepada kepemimpinan Amerika selama ini terhadap upaya mendamaikan dunia. Dia menjelaskan, penghargaan ini sebagai jawaban dari langkah Amerika yang selama ini memimpin dalam isu-isu global seperti perubahan iklim, penghentian program nuklir dan upaya penghentian konflik global.

“Saya menyadari bahwa nobel ini bukan merupakan penghargaan yang bersifat pribadi,” ujar Obama merendah.

“Dan saya akan menerima penghargaan tersebut dengan melakukan suatu tindakan. Tindakan untuk menyerukan kepada bangsa-bangsa untuk bersama-sama menghadapi tantangan di abad 21 ini,” kata Obama beretorika.

Obama merupakan anggota Partai Demokrat ketiga yang memenangkan penghargaan ini setelah Wakil Presiden Al Gore pada 2007 lalu dan Jimmy Carter pada tahun 2002. Penghargaan ini bernilai 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp 13 miliar. Rencananya penghargaan ini akan diberikan di Oslo, Norwegia, pada 10 Desember mendatang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…