Jumat, 9 Oktober 2009 16:31 WIB Pendidikan Share :

STP Sahid wisuda 92 orang

Solo (Espos)–Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid mewisuda sebanyak 92 orang pada Jumat (9/10) di Pedan Ballroom Hotel Sahid Jaya Solo.

Ketua STP Sahid Solo, I Gusti Ngurah Wedagama SE MM dalam sambutannya mengatakan ke-92 orang itu terdiri atas 28 lulusan S-1 Jurusan Sains Terapan, 40 orang lulusan D-3 Jurusan Perhotelan, sembilan lulusan D-3 Jurusan Usaha Perjalanan Wisata, dan 15 lulusan D-1 Jurusan Perhotelan.

Menurutnya, semua wisudawan telah mengikuti proses pendidikan dengan baik sehingga menghasilkan insan pariwasata yang unggul, berbudaya, dan relegius. Ia menambahkan, seluruh elemen meliputi yayasan, dosen, dan mahasiswa selama ini telah berkerja sama secara harmonis.

Hal itu terbukti dengan diperolehnya predikat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) dengan nilai 3,45 untuk Program S-1 Jurusan Pariwisata, nilai 3,32 untuk Program D-3 Jurusan Perhotelan, dan nilai 3,31 untuk Program D-3 Jurusan Usaha Perjalanan Wisata.
“Dengan akreditasi itu membuktikan bahwa proses penyelenggaraan pendidikan di STP Sahid Solo telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Sahid Jaya, Prof Dr H Sukamdani Sahid Gitosardjono menuturkan, PT merupakan salah satu pilar penting yang diharapkan mampu membawa perubahan suatu bangsa.

Menurutnya, PT tidak hanya menjadi sarana bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga penting untuk mengubah pola pikir demi terwujudnya masyarakat yang demokratis.

Ia menambahkan, tuntutan globalisasi mengakibatkan
kuatnya persaingan tenaga kerja, maka diperlukan upaya dan kebijakan di bidang pendidikan untuk merespon berbagai tantangan baik di tingkatan nasional maupun internasional. Dengan demikian, sebuah PT dituntut meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

“PT harus mampu menyusun strategi baru dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, cerdas, dan kompetitif,” tandas Sukamdani.

m82

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….