Jumat, 9 Oktober 2009 17:37 WIB Solo Share :

Sertifikasi penyembelihan hewan, 4 lokasi disisir

Solo (Espos)–Kantor Departemen Agama (Kandepag) Solo bersama sejumlah instansi melakukan penyisiran di empat lokasi Kota Solo untuk melakukan pemeriksaan kondisi penyembelihan hewan.

Upaya tersebut merupakan langkah perdana pemerintah untuk memastikan makanan yang beredar aman dan terbukti halal serta thayyib alias baik.
Kepala seksi (Kasi) Urusan Agama Islam (Urais) Kandepag Solo, Syamsuddin mengatakan penyisiran empat lokasi itu dilakukan secara berurutan oleh tim gabungan dari Kandepag, Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Pertanian, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Rabu (7/10).

Rencananya, upaya perdana tersebut bakal ditindaklanjuti ke sejumlah lokasi lain yang melakukan praktik penyembelihan hewan.

“Ini baru kali pertama dilakukan, Kandepag bersama sejumlah instansi melakukan pemeriksaan untuk sertifikasi penyembelihan hewan. Latar belakangnya, saat ini banyak muncul pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang penyembelihan hewan. Sedangkan, konsumen membutuhkan jaminan keamanan dan kepastian bahwa makanan yang mereka konsumsi halal. Untuk itu, perlu ada sertifikasi penyembelihan hewan ini,” papar Syamsuddin, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Jumat (9/10).

Sementara itu, empat lokasi  yang menjadi sasaran tim adalah Rumah pemotongan hewan (RPH) Jagalan, rumah makan Sate Mbok Galak, Timlo Sastro, dan Bebek Goreng Pak Slamet. Di empat lokasi tersebut, hasil pemeriksaan memastikan penyembelihan hewan dilakukan secara benar dan keempat tempat itu berhak mendapatkan sertifikat penyembelihan hewan halal dan thayyib.

Kendati demikian, tim masih memberikan catatan untuk sejumlah lokasi yang disisir.

tsa

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…