Jumat, 9 Oktober 2009 15:37 WIB Boyolali Share :

Rekanan Pasar Boyolali dipastikan tak mampu selesaikan pembangunan

Boyolali (Espos)–PT Tata Bumi Raya, selaku rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan Pasar Boyolali, hampir bisa dipastikan tak mampu menyelesaikan pembangunan gedung yang bernilai kontrak Rp 26,9 miliar itu sesuai jadwal.

Menyusul dikirimnya surat oleh direktur perusahaan penyedia jasa konstruksi asal Surabaya itu ke Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) yang meminta perpanjangan waktu penyelesaian proyek tersebut 45 hari dari batas akhir penyelesaian.

Sementara hingga pekan ke-30 proyek berjalan, PT TBR baru bisa menyelesaikan pekerjaan sekitar 79 persen dari target 84 persen. Itu artinya ada deviasi keterlambatan pekerjaan sekitar lima persen.

Ditemui di lokasi pembangunan Pasar Boyolali, Site Manager PT TBR, Hari Sugiyanto, Jumat (9/10), menuturkan surat permintaan pemunduran penyelesaian pekerjaan sudah dikirim beberapa waktu lalu.

Ia akui terjadi keterlambatan proses pekerjaan yang diakibatkan beberapa faktor. Salah satunya adalah keterlambatan memulai pekerjaan karena keterlambatan penyerahan lahan dari rekanan yang membongkar bangunan pasar lama.

“Dari SPMK (surat perintah mulai pekerjaan) mundur tiga pekan (memulai pekerjaan), karena proses pembongkaran mundur tiga pekan,” ungkap Hari.

Sesuai SPMK, pasar tersebut dibangun mulai 7 Maret hingga 4 November 2009 atau selama 240 jam atau setara 35 pekan. Namun pelaksanaannya mundur 21 hari. Alasan ini pula yang mendasari PT TBR untuk mengajukan permohonan pemunduran batas waktu penyelesaian pekerjaan. Ia mengatakan pihaknya memiliki hak untuk mengajukan permohonan pengunduran jadwal penyelesaian pekerjaan.

Keterlambatan penyelesaian pekerjaan juga disebabkan adanya jaringan kabel bawah tanah milik Telkom dan banyaknya batu berukuran besar di lokasi pembangunan. Kondisi tersebut di luar perencanaan yang sudah disusun.

kha

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…