Jumat, 9 Oktober 2009 18:49 WIB Internasional Share :

Obama raih Nobel Perdamaian

Oslo–Belum setahun menjadi presiden, Barack Obama sukses menyabet penghargaan bergengsi Nobel Perdamaian 2009. Anugerah diberikan atas tindakan Obama yang turut menciptakan ‘harapan bagi masa depan lebih baik’ bagi penduduk seluruh dunia.
Obama dinilai berkomitmen terhadap perdamaian dunia dan seruannya bagi pengurangan penggunaan senjata nuklir secara global.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/10), panitia Nobel Norwegia memuji Obama karena usahanya yang luar bisa dalam memperkuat diplomasi dan kerjasama internasional.

Sebagai warga Afrika-Amerika pertama yang menduduki posisi tertinggi di AS, Obama sangat sigap dengan meminta gencatan senjata dan menitikberatkan pada proses perdamaian di Timur Tengah sejak menjabat Januari lalu.

“Sangat jarang seorang seperti Obama mendapat perhatian dunia dan memberikan harapan masa depan yang lebih bagi bagi semua orang,” jelas panitia penghargaan.

Penghargaan ini diberikan kepada Obama kurang dari 9 bulan masa ia menjabat sebagai presiden AS. Obama disebut telah mencetak berbagai terobosan dalam baik dalam menangani program nuklir Timur Tengah atau Iran, maupun dalam menghadapi pilihan sulit terkait pengaturan perang di Afghanistan.

Obama merupakan anggota Partai Demokrat ketiga yang memenangkan penghargaan ini setelah Wakil Presiden Al Gore pada 207 lalu dan Jimmy Carter pada tahun 2002. Penghargaan ini bernilai 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp 13 miliar. Rencananya penghargaan ini akan diberikan di Oslo, Norwegia, pada 10 Desember mendatang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…