Jumat, 9 Oktober 2009 12:45 WIB News Share :

MUI
Demo Miyabi harus santun, tak boleh anarkis

Jakarta–Front Pembela Islam (FPI) akan menggeruduk Maxima Pictures untuk memprotes kedatangan bintang porno asal Jepang Miyabi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpesan, penolakan Miyabi tidak boleh disikapi dengan cara-cara anarkis.

“Kalau soal itu (Miyabi) tidak boleh disikapi dengan cara anarkis atau kekerasan. Saya mengimbau jangan ada tindak kekerasan, itu bukan sikap umat. Sikap umat itu harus santun,” kata Ketua MUI Amidhan, Jumat (9/10).

Menurut Amidhan, penolakan Miyabi dapat dilontarkan misalnya, dengan menggelar pertemuan dengan Menneg Pemberdayaan Perempuan, Menbudpar, atau Menkominfo.

“Kalau damai, tidak masalah. Berdiskusilah,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Amidhan secara pribadi menolak kedatangan Miyabi ke Indonesia.

“Menurut saya, jika jelas dia bintang porno, bintang film biru mestinya jangan syuting di sini. Apalagi kedatangannya mengundang pro kontra,” kata Amidhan.

Dikatakan dia, kedatangan Miyabi hanya berorientasi pada keuntungan semata dan merusak mental bangsa.

“Sebab, semakin disikapi, dihebohkan malah menjadi iklan gratis bagi dia.  Jika nanti diloloskan filmnya, ABG akan banyak yang nonton. Kemudian, mereka mengidolakan dan dikhawatirkan mencari film pornonya,” papar Amidhan.

Untuk itu, Amidhan meminta agar produser maupun sutradara tidak mengundang Miyabi ke Indonesia.

“Dia bilang cuma film komedi. Saya khawatir nanti covernya saja. Nanti di sana setelah diculik, bisa saja ditabung untuk film pornonya, walau pakai pemain pengganti,” kata Amidhan.

“Apakah artis di Indonesia kurang cantik dan berpengalaman dalam berakting,” kata Amidhan seraya balik bertanya.

FPI dan Ormas Islam lainnya akan menggerahkan 1.000 orang untuk mendemo kedatangan Miyabi di kantor Maxima Pictures di daerah Mangga Dua, Jakarta Pusat, pukul 13.30 WIB. Jika bintang porno itu nekad datang, FPI tidak segan-segan akan menggelar demo besar-besaran.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…