Jumat, 9 Oktober 2009 11:09 WIB Ah Tenane Share :

Mlebu-metu

0910ahtenaneMeski sudah setahun tinggal di Solo, Jon Koplo dan Tom Gembus yang nyantri pada seorang kiai terkemuka di Solo ini belum pernah ngambah mal. Makanya Bulan Puasa kemaren mereka nglegakke pergi ke sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Solo.
”Sekalian cuci mata sambil nunggu buka,” pikir mereka.
Keduanya pun berdandan nyetil, ambil kendaraan masing-masing dan mak bleber… melesat menuju kawasan Gendengan.
Koplo masuk ke area parkir terlebih dahulu lalu disusul Gembus. Waktu itu pengunjung mal sangat ramai, maklum menjelang Lebaran. Saking ramainya kendaraan yang mau masuk, jarak Koplo dan Gembus lumayan jauh, namun masih bisa terlihat.
”Wadhuh, piye iki? Kok kebak banget, arep parkir nang endi?” Koplo bingung karena memang buta lokasi. Akhirnya Koplo hanya ngatut kendaraan lain, sementara Gembus juga ngatut Koplo.
Setelah muter-muter lumayan lama, Koplo baru sadar bahwa ternyata ia ikut barisan irit-iritan motor yang menuju ke pintu keluar!
Apa boleh buat, Koplo sudah kadhung terjebak di arus keluar nggak mungkin kembali lagi.
Sesampainya di luar, Gembus nesu-nesu, ”Piye Plo? Arep parkit kok malah metu?”
”Lha aku ya bingung. Pikirku arep parkir, jebule malah metu, kadung ora isa menggok. Sori Plo, apa parkir neng njaba wae?” Koplo merasa bersalah.
”Wis ora sah! Aku kesel, mulih wae! Penting wis ngerti SGM,!” ujar Gembus  anyel. Koplo hanya busa pringas-pringis. o

Kiriman Fitri Nawangsari,  Jl Empu Bharada No 40,  Perum Songgolangit, Gentan, Baki, Sukoharjo.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…