Jumat, 9 Oktober 2009 22:15 WIB Solo Share :

"Jokowi mampu dikalahkan calon yang didukung SBY"

Solo (Espos)–Figur Joko Widodo (Jokowi) sebagai kandidat kuat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 hanya bisa tersaingi, bahkan bisa terkalahkan dengan calon Walikota/Wakil Walikota (Wawali) lain yang didukung secara all out oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY).

Sementara kalangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menginginkan Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjabat Walikota Solo untuk duduk kembali sebagai kepala daerah untuk periode lima tahun ke depan.

Analisa tentang pertarungan di Pilkada ke depan tersebut disampaikan Pengamat Politik UNS Prof Adi Sulistyono saat dihubungi Espos, Jumat (9/10).

“Pak Jokowi kan aseptabilitasnya tinggi, peluang dia untuk memenangkan Pilkada cukup besar. Kecuali memang ada calon lain yang betul-betul didukung oleh Presiden, maka baru bisa mengalahkan Jokowi. Ibarat mobil Pak Jokowi itu sudah melaju cukup jauh, sedangkan calon baru nanti baru mulai star. Cukup sulit tanpa ada dukungan dari SBY,” tegasnya.
Menurut dia, jika Presiden menginginkan Walikota Solo bukan Jokowi, maka Presiden akan memberikan prasarana dan sarana untuk tujuan itu. Siapa pun calonya tanpa dukungan Presiden, sambung dia, sangat sulit untuk mengalahkan incumbent.

Selama ini, terangnya, calon incumbent tidak ada permasalahan selama menjabat sebagai kepala daerah, apalagi didukung dengan kebijakan-kebijakan Jokowi yang populis dan bisa dirasakan masyarakat.

Sementara keinginan untuk agar Jokowi maju kembali dalam Pilkada mendatang justru datang dari Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkot Solo, Ponco Wibowo saat ditemui wartawan, Jumat kemarin, saat mewakili Walikota dalam paripurna DPRD Solo.

“Semua program Pemkot Solo membutuhkan konsistensi. Jika pemerintahan Jokowi kembali dipercaya lagi untuk periode yang akan datang maka konsistensi program pembangunan di Solo bakal tercapai, terutama tentang revitalisasi pasar tradisional yang sudah berjalan. Masa transisi pergantian kepala daerah itu cukup riskan terjadi pemutusan program kerja, karena Walikota berikutnya memiliki program pembangunan tersendiri. Kami berharap ada kesinambungan program pembangunan ke depan,” tandas Ponco.
trh

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…