Kamis, 8 Oktober 2009 11:42 WIB News Share :

Unicef sedikan 250 tenda sekolah

Padang–Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) menyediakan 250 tenda bagi sekolah yang rusak akibat gempa di Sumatra Barat.

“Tenda-tenda ini kita distribusikan untuk wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman,” kata Juru Bicara Unicef, Leli Djuhari di Padang, Kamis (8/10).

Tenda bantuan Unicef tersebut, kata dia, dapat dipergunakan untuk tempat belajar sementara bagi anak-anak yang sekolahnya rusak.

Di Kota Padang, kata dia, Unicef sudah memasang sebanyak 15 tenda, di antaranya di SMA Negeri 1 Padang, dan SD 17 Gurun Laweh Padang.

Selain mendistribusikan tenda, menurut Leli, Unicef  juga membagikan sebanyak 60 paket belajar darurat untuk 4.800 anak. Satu paket belajar itu berisi 80 kebutuhan belajar seperti buku, pulpen, dan alat-alat belajar lainnya.

Menurut dia, Unicef kini berupaya untuk mendorong bagaimana anak-anak korban gempa di Sumbar supaya bisa belajar.

“Kita juga mengupayakan pemulihan mental anak-anak yang trauma akibat gempa,” kata Leli.

Unicef juga melakukan pelatihan kepada para guru untuk mengetahui simpton (gejala) yang bisa muncul sebagai dampak pengalaman traumatik akibat gempa.

Selain itu, melalui kerjasama dengan Dinas Sosial, Unicef melatih para pekerja sosial yang bertujuan mendorong anak-anak bisa mandiri, mau berbagi tentang masalah-masalah yang dihadapinya.

Unicef dalam programnya di Sumbar juga membantu penyediaan air bersih, bagaimana menemukan sumber air bersih, sosialisasi program  sanitasi lingkungan.

“Kita memasang alat yang namanya water bladder yang mampu menghasilkan air 5.000 liter perdetik di 107 titik, serta menyediakan sebanyak 20 ribu jeriken sebagai tempat air,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…