Kamis, 8 Oktober 2009 21:16 WIB Sport Share :

PSIS yakin dapat hibah Rp 8,3 miliar

 

Semarang–Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS) yakin akan mendapat bantuan penyertaan modal atau hibah sebesar Rp8,3 miliar dari Pemerintah Kota Semarang.

“Anggarannya saya tidak hafal, akan tetapi sesuai dengan keputusan Menteri Dalam Negeri, hibah itu diperbolehkan untuk PSIS,” kata Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip yang juga Wali Kota Semarang ini, di Semarang, Kamis.

Bantuan pemerintah sebesar Rp 8,3 miliar dalam bentuk hibah tersebut masuk ke pos anggaran KONI Kota Semarang. Keyakinan PSIS tersebut, karena di daerah lain juga  mendapatkan hal yang serupa.

“Kota lain boleh, kok Semarang seperti dianaktirikan,” katanya.

Hampir semua tim (persatuan sepak bola kota lainnya-red) mendapat bantuan APBD daerahnya masing-masing kecuali Persis Solo.

Menurut Sukawi, bantuan Pemkot Semarang terhadap PSIS sangat layak karena selama mendapat bantuan dari APBD, PSIS mampu menunjukkan prestasi bagus dengan bertengger di papan atas Liga Indonesia.

Selama dua musim kompetisi sebelumnya, PSIS tidak mendapat bantuan dana APBD sehingga membuat para pengurusnya kalang kabut mencari dana untuk membiayai tim.

Bahkan, kata Sukawi Sutarip yang juga Ketua Umum Pengrus Daerah (Pengda) PSSI Jawa Tengah, pernah menjadi juara (saat Liga Indonesia V) serta masuk final pada Liga Indonesia 2006, bahkan sebelumnya juga sempat bertengger di peringkat ketiga (sebenarnya bisa mencapai final jika Persebaya Surabaya tidak mengundurkan diri).

“Kalau ada orang-orang yang memandang sebelah mata kepada PSIS berarti mereka melupakan prestasi yang pernah diukir klub ini,” katanya.

Manajer Tim PSIS yang baru Johar Lin Eng, mengatakan, dirinya juga berharap timnya bisa mendapatkan bantuan APBD.”Kalau kita mendapat bantuan APBD maka langkah kita untuk menjalani musim kompetisi mendatang semakin mantap,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…