Kamis, 8 Oktober 2009 18:04 WIB News Share :

Kartun Naruto sebar pornografi, tapi banyak diakses anak

Jakarta–Tokoh kartun Naruto yang paling digemari anak-anak ternyata menjadi penyebar pornografi. Pendapat ini diungkapkan Elly Risman, yang merupakan saksi dari pemerintah terkait uji materi UU Pornografi.

“Tokoh kartun Naruto merupakan salah satu penyebar pornografi di kalangan anak-anak,” kata Elly di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (8/10).

Elly menilai, bahaya pornografi di kalangan anak sudah sangat mengkhawatir. Dan data yang dia peroleh, komik Naruto ternyata menjadi favorit paling banyak dibaca.

Dia khawatir, jika ini terus dilanjutkan akan dapat merusak mental anak karena mengandung adengan vulgar dan berbau pornografi.

Dia pun pernah melakukan survei pada 1.942 anak, yang masih duduk di SD kelas 4,5, dan 6. Survei itu digelar pada Januari 2008-juni 2009.

Hasilnya 67 persen anak telah mengakses pornografi, 24 persen diakses dari komik dan 17 persen di internet. Adapaun alasan mengaskes 26 persen mengatakan iseng, 18 persen penasaran, dan 19 persen karena pengaruh teman.

“Ini akan berdampak psikologis kepada anak. Anak memiliki mental porno. Anak-anak memiliki semacam perpustakaan porno sehingga dapat diakses kapan saja dan dapat menjawab pertanyaan seputar pornografi,” tutupnya.

Sidang uji materi ini diajukan oleh LSM Gerakan Integrasi Nasional, Perserikatan Solidaritas Perempuan, dan Majelis Adat Minahasa. Mereka menguji UU 44/2008 tentang pornografi pasal 1 angka 1, pasal 4 ayat 1, pasal 10, pasal 20, pasal 23, dan pasal 21 ayat 1 dan 2.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…