Kamis, 8 Oktober 2009 19:01 WIB News Share :

Bulog tambah 20.000 ton beras untuk Sumbar

Jakarta–Perum Bulog siap menambah stok beras sebanyak 20.000 ton untuk wilayah korban bencana gempa bumi di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) guna memperkuat stok beras di daerah tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta Kamis menyatakan, beras tambahan sebanyak itu akan didatangkan dari Jawa Timur.

“Beras tersebut merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang memang diperuntukkan bagi korban bencana alam,” katanya.

Menurut Mustafa, sebelum gempa, total CBP di Sumbar mencapai 19.000 ton dan hingga saat ini ada sekitar 7.000 ton yang sudah dan sedang didistribusikan kepada korban gempa.

Dari beras yang didistribusikan tersebut, sekitar 800 ton dilakukan oleh Bulog dan  6.100 ton oleh Pemda setempat sehingga total CBP yang masih ada di Sumbar saat ini sekitar 12.000 ton.

Dengan penambahan beras dari dari Jawa Timur, lanjutnya, maka stok CBP untuk Sumbar nantinya menjadi sebesar 32.000 ton.

Sementara itu Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Abdul Waries Patiwiri mengatakan pengiriman  20.000 ton beras dari Jatim ke Sumbar akan dilakukan dalam waktu dekat.

Bahkan, lanjutnya, mulai kemarin sudah dilakukan proses pengapalan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Kami tidak bisa secepatnya mengapalkan beras ke Sumbar, karena di sana juga belum siap benar. Apalagi stok CBP di sana juga masih banyak,” katanya.

Sementara itu data Perum Bulog Divre Sumbar menyebutkan, realisasi penyaluran beras CBP dan Depsos untuk bencana gempa di provinsi tersebut selama 1-8 Oktober 2009 mencapai mencakup 12 kabupaten/kota.

Ke 12 wilayah tersebut yakni Kota Padang 229 ton, Kota Pariaman 105 ton, Kabupaten Padang Pariaman 250 ton, Kabupaten Pesisir Selatan 50 ton, Kabupaten Pasaman 8 ton dan Kabupaten Pasaman Barat 57 ton.

Sedangkan Kabupaten Agam sebanyak 200 ton, Kota Bukit Tinggi 28 ton, Kota Padang Panjang 10 ton, Kabupaten Tanah Datar 1 ton, Kota Solok 13 ton dan Kabupaten Solok 6,5 ton.

Dirut menambahkan, Bulog juga memberikan bantuan kepada para korban gempa berupa makanan non beras, yang antara lain berupa ikan kaleng, telur asin, sarden, susu, kornet, dan makanan lainnya.

“Makanan non beras senilai Rp250 juta tersebut telah didistribusikan ke 50 titik di Sumbar dan Jambi,” katanya.

Selain itu, Bulog juga telah memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp500 juta yang antara lain disumbangkan melalui Gubernur Sumbar Rp100 juta, Walikota Padang Rp 100 juta dan Bupati Padang Pariaman Rp 100 juta.

Sedangkan melalui Walikota Padang Pariaman sebesar Rp 50 juta, Bupati Agam Rp 50 juta, Bupati Pesisir Selatan Rp 25 juta, Bupati Pasaman Rp 25 juta, dan Gubernur Jambi (50 juta).

ant/fid

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…