Rabu, 7 Oktober 2009 18:27 WIB Sragen Share :

Tiga investor siap kembangkan Sragen

Sragen (Espos)–Sebanyak tiga investor yang bergerak di bidang tekstil dan garmen siap mengembangkan daerah Sragen di masa mendatang. Kesiapan tersebut terungkap dari komitmen masing-masing investor bersedia menanamkan modal untuk kepentingan Bumi Sukowati.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Perizinan Terpadu (BPT) Sragen, Makhsun Isnadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (7/10).

Pun demikian, proses realisasi pengembangan daerah mulai dilakukan sepanjang dipayungi sebuah produk hukum yang jelas. Tanpa keberadaan hal tersebut, niscaya pembangunan daerah sulit dilakukan.

“Harus ada peraturannya agar tidak menyalahi. Saat ini kan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sedang dipikirkan Bapeda. Keberadaan peraturan tersebut memang penting dan mendesak untuk digodok sekaligus disahkan,” katanya.

Dia mengatakan, RTRW mengatur skema pembangunan dalam suatu wilayah. Di mana, di sana dijelaskan zona industri, zona pertanian, zona publik, dan lain sebagainya.

“Kalau misalnya zona pertanian kami jadikan zona industri itu kan salah besar. Makanya, RTRW ini harus menjadi skala prioritas,” terang dia.

Menurut dia, satu dari dua investor yang sudah memastikan masuk ke daerah Sragen sedianya bakal mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pekan depan.

Salah satu materi pembahasan, yakni penegasan soal kebutuhan lahan dan jambinan dari investor yang bersangkutan.

“Kemungkinan investor yang satu ini membutuhkan lahan seluas 40 hektare. Kami akan membahas semuanya, ketika RTRW sudah digedok, tinggal melaksanakan di lapangan,” katanya tanpa menyebutkan secara rinci ketiga investor yang dimaksud.

pso

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…