Rabu, 7 Oktober 2009 17:35 WIB Boyolali Share :

Polisi temukan sebuah sepeda motor buangan

Boyolali (Espos)–Petugas Mapolsek Banyudono menemukan sebuah sepeda motor yang dibuang di sungai Dusun Piporejo, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Selasa (6/10).

Belum diketahui secara pasti motif pembuangan sepeda motor merek Honda Astrea Supra itu. Namun petugas menduga sepeda motor warna hitam ini hasil kejahatan. Dan untuk menghilangkan barang bukti, pelaku kemudian membuang ke sungai.

“Ada kemungkinan sepeda motor ini hasil kejahatan,” ucap Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Banyudono, AKP I Gusti Ayu Hartini, Rabu (7/10).

Kapolsek menjelaskan, sepeda motor kali pertama ditemukan salah seorang pemancing yang tidak diketahui identitasnya. Saat memancing di lokasi pukul 17.00 WIB, kail tersangkut di kerangka sepeda motor.

Untuk melepaskan, pemancing terpaksa turun ke air. Saat berusaha melepas kail, ia begitu kaget karena kail pancing ternyata tersangkut di kerangka sebuah sepeda motor.

Kejadian ini segera dilaporkan ke Mapolsek Banyudono. Petugas tiba di lokasi pukul 18.30 WIB. Petugas bersama warga setempat kemudian berupaya mengangkat sepeda motor yang ditenggelamkan di dasar sungai berkedalaman sekitar tiga meter itu.
Baru pukul 20.00 WIB sepeda motor baru berhasil diangkat ke permukaan.

Selain sepeda motor, petugas menemukan sebuah karung berisi pasir. Diduga karung pasir berfungsi sebagai beban pemberat untuk menenggelamkan sepeda motor.

Saat ditemukan, sepeda motor sudah tidak utuh. Jok dan sebagian besar badan plastik yang menyelimuti kendaraan sudah hilang. Hanya tersisa mesin, knalpot, roda depan dan belakang.

Selain itu, pelat nomor kendaraan di bagian depan juga masih terpasang. Di pelat tertulis AD 6814 QC. Petugas menduga pelat nomor tersebut palsu. Pemasangan pelat hanya untuk mengelabu petugas.

dwa

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…