Rabu, 7 Oktober 2009 16:12 WIB Boyolali Share :

Kampung lele jadi lokasi percontohan pemerintah Kenya

Boyolali (Espos)--Kampung Lele di Tegalrejo, Kecamatan Sawit menjadi lokasi percontohan pengembangan dan pembudidayaan ikan lele oleh Pemerintah Kenya.

Pembudidayaan ikan lele di Kampung Lele dianggap berhasil memberikan kontirbusi bagi ketahanan pangan baik lokal maupun nasional.

Bahkan keberhasilan pembudidayaan ikan lele di kampung lele tidak hanya dikenal di skala nasional, melainkan hingga kawasan Asia Tenggara.

Rabu (7/10) pagi Pemerintah Kenya melalui tim yang dipimpin Prof Micheni Japhet Ntiba dari Sekretariat Kementerian Pengembangan Perikanan Perikanan Kenya (Permanent Secretary of Ministry of Fisheries Development) mengunjungi Kabupaten Boyolali untuk belajar membudidayakan lele.
Didampingi Kasubbag Kerjasama Program Direktorat Jenderal Perikanan dan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Iman Barizi, tim dari Kenya ditemui dan berdialog dengan Bupati Boyolali, Sri Moeljanto didampingi jajaran di bawahnya.

Ditemui Espos seusai dialog, Iman mengatakan, bahwa kunjungan perwakilan Pemerintah Kenya tersebut merupakan kunjungan balasan dari kunjungan yang dilakukan Departemen Keluatan dan Perikanan RI dua bulan lalu ke Kenya.

Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa pembudidayaan ikan di Kenya masih sangat minim.

Hingga saat ini, papar Iman, Pemerintah Kenya baru sebatas melakukan budidaya ikan lele dan nila. Selama ini Pemerintah Kenya lebih banyak menekankan pada pembudidayaan hewan ternak, bukan perikanan.

“Sebenarnya ikan lele yang kita makan sehari-hari asalnya dari Afrika, namun kita lebih dulu mengembangkan dan membudidayakan lele hingga ke level masyarakat dan pemerintah. Mereka (Pemerintah Kenya) baru menyadari bahwa pembudidayaan lele bisa menjadi bagian dari upaya melakukan ketahanan pangan,” papar Iman.

Tim dari Kenya itu terdiri dari sembilan orang, di antaranya Godfrey Monor (Director of Fisheries of Ministry of Fisheries Development) dan Dr Johnson Kazungu (Director of Kenya Marine and Fisheries Institute).

Dalam dialog tersebut kemarin perwakilan dari Kenya banyak menanyakan sejarah munculnya kampung lele, cara pembudidayaannya, pemasaran hingga peran pemerintah daerah dalam memberi dukungan.  Sebagaimana diketahui, kampung lele saat ini bisa menghasilkan 21 ton ikan lele per hari dari kolam seluas 21 hektare.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…