Rabu, 7 Oktober 2009 20:50 WIB News Share :

Depkominfo targetkan 50% penduduk akses Internet

Yogyakarta–Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menargetkan 50 persen penduduk  Indonesia bisa mengakses internet hingga tahun 2015.

Kepala  Badan Riset dan Pengembangan Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi pada  Workshop Asia Europe Meeting (ASEM) di  Yogyakarta, Rabu, mengatakan pengguna internet di Indonesia saat ini baru 15 persen, terbanyak  berada di Pulau Jawa. Ia mengatakan untuk mencapai target tersebut perlu ada pelatihan kepada masyarakat di desa terpencil sehingga mereka dapat menggunakan internet untuk berbagai kepentingan termasuk bisnis serta membangun jaringan mitranya.

Menurut dia kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi saat ini seakan mendekatkan antarpengguna secara nyata, meski secara geografis mereka terpisahkan dengan jarak yang cukup jauh.

“Melalui ‘workshop’ ini diharapkan masyarakat dapat memperluas jaringan serta mensosialisaikan bisnis ‘online’ di masyarakat pedesaan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurut dia, pertemuan  yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober ini dihadiri utusan dari 16 negara, para peserta akan berbagi pengalaman, tukar informasi dan ingin mengetahui perkembangan CAP (community acces point) yang menjadi salah satu upaya memberdayakan masyarakat pedesaan melalui “mobile access point” (MAC) yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Inilah cara  Indonesia, dengan begitu banyaknya pulau, desa bisa mempercepat penetrasi internet dengan membangun ‘mobile community access point’,” katanya.

Gubernur  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Tri Harjun Ismadji mengatakan upaya membangun infrastruktur  teknologi informasi dan komunikasi di berbagai pusat pertumbuhan lokal bertujuan mendukung transformasi budaya.

“Kondisi geografis di negara ini bukan  penghalang untuk berkomunikasi dengan orang  lain atau  memperoleh informasi. Orang yang tinggal di desa dan kota punya peluang sama memperoleh informasi,” katanya.

Menurut Sultan HB X kemajuan teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan. Masyarakat informatika yang merupakan bagian dari struktur masyarakat di dunia, muncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yang berkembang.

“Dalam praktiknya di masyarakat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi media penyampaian layanan masyarakat,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…