Selasa, 6 Oktober 2009 16:55 WIB Hukum Share :

Warga temukan orok bayi di Sungai Bengawan Solo

Solo (Espos)–Warga Dukuh Ngrayapan, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Selasa (6/10) pagi dibuat geger dengan penemuan sesosok orok bayi di aliran Sungai Bengawan Solo. Orok bayi berjenis kelamin laki-laki yang telanjang tanpa dibungkus sehelai kainpun, diduga sengaja dibuang.

Informasi yang dihimpun Espos, Selasa, menyebutkan orok bayi itu kali pertama ditemukan salah seorang warga Ngrayapan RT 03/RW VI, Wahono, 39, sekitar pukul 08.15 WIB.

Saat ditemukan, orok bayi itu diketahui tersangkut batu padas kali dengan posisi terlentang membujur ke arah timur, tepatnya di perbatasan Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon Solo dengan Desa Gadingan, Mojolaban. Wahono yang semula hendak buang hajat di aliran Sungai Bengawan Solo, awalnya mengira daging yang tersangkut dan menyembul dari permukaan air sungai yang dangkal itu merupakan bangkai babi.

Namun, setelah didekati ternyata bangkai itu merupakan orok bayi yang diperkirakan tewas belum lama.

“saya kira bangkai babi, tapi setelah saya dekati ke tengah sungai ternyata orok bayi. Saat saya temukan keadaannya telanjang, tubuhnya masih utuh dan belum membusuk,” katanya ketika dijumpai Espos, di lokasi.

Setelah memastikan bangkai yang ia temukan merupakan orok bayi, Wahono lantas berlari dan menceritakan temuannya ke salah seorang warga, Ny Marsini yang rumahnya persis di bibir sungai serta melapor ke RT dan Bayan.

Mengetahui hal itu, Ny Marsini lantas mengevakuasi orok itu ke tepi sungai.

“Waktu itu saya tidak berani mengangkat bayi itu, apalagi saya melihat ususnya seperti terburai dan beberapa bagian tubuhnya lecet. Menurut bidan yang memeriksa, kemungkinan bayi itu masih berusia 6-7 bulan kandungan,” tukasnya.

Aparat kepolisian Mojolaban yang mendapat laporan temuan orok bayi, lantas datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengedentifikasi mayat orok tersebut.

Namun, lantaran TKP Sungai Bengawan Solo berada dalam wilayah Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, temuan itu akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian Pasar Kliwon untuk ditindaklanjuti.

ufi/dni

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…