Selasa, 6 Oktober 2009 17:06 WIB News Share :

Tim Paloh
Hamburkan duit belum tentu dipilih

Pekanbaru–Perang uang diyakini menjadi bagian tak terpisahkan dalam pemilihan ketua umum di Munas VIII Partai Golkar yang digelar di Pekanbaru, Riau. Namun bagi tim sukses Surya Paloh, kandidat yang menggelontorkan uang banyak belum tentu terpilih sebagai ketua umum.

“Sekarang ini pemilih sudah cukup cerdas. Saya yakin mereka punya nurani dan pasti akan memilih yang terbaik. Tidak berarti orang yang menghambur-hamburkan uang pasti dipilih. Politik itu dinamis,” kata jubir tim sukses Surya Paloh, Sugeng Suprawoto, Selasa (6/10).

Menurut Sugeng, timnya tidak menutup pintu jika ada kandidat lain yang hendak bergabung karena kesamaan visi dan misi. Namun begitu timnya juga tidak akan berusaha menarik kandidat lain dan lebih memilih konsentrasi menggalang dukungan DPD-DPD.

Sejauh ini Surya Paloh belum ada kecenderungan untuk bergabung dengan kandidat lain. “Memang kita dengar ada tawran kandidat, seperti Yuddy mau gabung. Tapi saat dikonfirmasi oleh media lain dia membantah. Prinsipnya, kita tidak menarik-narik atau mengajak. Kalau memang ada yang mau gabung karena satu visi silakan,” tandas Sugeng.

Ada 583 suara yang diperebutkan oleh para kandidat ketua umum. Jumlah suara ini berasal dari DPP (1 suara), DPD I (33 suara), dan 10 ormas (10 suara), dan DPD II (494 suara). Para kandidat, terutama Aburizal Bakrie alias Ical dan Surya Paloh sudah mengklaim menguasai lebih dari 50% suara.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…